Pagi ini Giana sedang sarapan dengan Derrel dikantin. Mama Papa Nick sudah datang dan menyuruh Derrel mengajak Giana sarapan.
Sementara dikamar Nick sedang ada visit dokter dan terjadi sedikit kehebohan.
dr. Susan teman Steve sama-sama visit kekamar Nick bersama dr. Ferdi dan beberapa dokter lainnya. Tadi pagi dr. Susan mendengar kabar dari suster-suster yang jaga semalam bahwa Steve putus dengan Giana karena Nick. dr. Susan yang sudah lama menaruh hati pada Steve jadi emosi.
Setelah dr. Ferdi selesai memeriksa Nick, dr. Ferdi bertanya-tanya apa yang dirasa Nick.
"Waahh... langsung sehat Nick. Gimana semalam dijagain pujaan hati, tidur langsung nyenyak badan langsung segar ya Nick." canda dr. Ferdi sambil menaikturunkan alisnya.
Saat memeriksa semua dalam keadaan baik dan Nick terlihat segar dibanding pasien lain yang baru operasi karena kecelakaan.
"Ooohh... jadi anak ingusan ini yang udah bikin temen gw putus sama pacarnya. Masih minta duit ortu aja dah sombong lu rebut-rebut pacar orang." sela dr. Susan yang terbawa emosi sampai lupa etikanya seorang dokter.
Derrel dan Giana masuk ke kamar rawat Nick.
"Eh lu... ga usah belagu lu. Mutusin temen gw buat anak ingusan ini. Sombong lu yaa. Liat aja lu pasti nyesel putusin Steve." cerocos dr. Susan.
"Susan." tegur Steve dan dr. Ferdi bersamaan.
"Minta maaf kamu." tegur dr. Ferdi lagi.
"Buat apa saya minta maaf dok? Jelas-jelas mereka yang salah." jawab dr. Susan semakin kesal.
"Steve bawa keluar teman kamu." ucap dr. Ferdi
Disaat yang bersamaan orangtua Nick buru-buru masuk kedalam kamar karena mendengar ribut-ribut dari kamar anaknya.
Steve mengangguk sopan kepada dr. Ken dan istrinya karena berpapasan di pintu sambil menarik Susan keluar.
Sementara suasana dikamar Nick menjadi sepi karena semua orang shock dengan kelakuan dr. Susan.
"Maaf ya Nick, maaf Pak Kendrick, maaf Ibu Laura. " ujar dr. Ferdi sambil menunduk.
Kemudian meminta maaf juga pada Giana.
"Ada apa ribut-ribut Dok ?" tanya Mama Nick.
"Maaf Bu, ada kesalahpahaman antara anak-anak kita." jelas dr. Ferdi, yang ternyata dr. Susan adalah anak dr. Ferdi.
Selama ini memang tidak ada yang tau Nick adalah anak kedua dr. Kendrick pemilik Hope Hospital. Karena Nick memang tidak pernah terlibat dengan segala kegiatan rumah sakit, berbeda dengan sang kakak yang juga seorang dokter.
"Ya sudah biarkan anak-anak mengurusnya sendiri dok." jawab Mama Nick kepada dr. Ferdi.
"Maaf atas kelancangan anak saya ya Bu Laura, Pak Kendrick." sekali lagi dr. Ferdi meminta maaf.
"Waahh... sepertinya ada bau-bau cinta segiempat ya dok ?" canda dr. Ken kepada dr. Ferdi.
"Hahahaaa... sepertinya Pak." jawab dr. Ferdi
"Bakal ada drama romance nih dok. Saya jadi ga sabar endingnya nih. Mudah-mudahan semua happy ending ya dok. Benar begitu dokter dan suster ?" kelakar dr. Ken sambil tertawa kencang yang membuat semua yang diruangan menjadi ikut tertawa.
"Ya sudah ayo mari kita tinggalkan pasien beserta pujaan hatinya supaya cepat happy ending." usir dr. Ken halus sambil tetap berkelakar.
"Papa nih... ngerti banget urusan anak muda." ujar Mama Laura tersenyum sambil mendekati ranjang Nick.
Dokter Ken berjalan keluar mengantar dr. Ferdi beserta dokter dan suster yang lain sekalian menanyakan hasil pemeriksaan Nick pagi ini.
"Gimana Nick, baikan ?" tanya Mama Laura.
"Baik Maah. Cuma kaki Nick aja sedikit lebih sakit."
"Ya itu karena kakimu yang dioperasi. Pelan-pelan ya, kamu pasti bisa segera pulih. Apalagi ditemenin Giana, sebentar lagi juga udah bisa lari lagi."
"Maaahh..."
Nick merasa tidak enak karena sedari tadi Giana menjadi sasaran. Dari kemarahan dr. Susan sampe jadi sasaran ledekan papa mamanya beserta dr. Ferdi.
"Giana ga mau pulang istirahat? Biar Tante yang jaga Nick. Kamu bisa pulang dulu sama Derrel istirahat dirumah." tanya Mama Laura kepada Giana.
"Biar saya saja yang jaga Nick selama dirumah sakit. Ini juga weekend, Giana ga ke kantor. Sebentar lagi mama saya juga datang bawain saya baju kok Tan. Terima kasih untuk bajunya kemaren."
"Iyaa... baju kamu kan kotor kemaren. Cukup kan yah? Kalau kamu cape ga apa biar kita gantian jaganya. "
"Ga apa Tan, aku juga malem bisa tidur. Nanti aku bisa gantian ama Derrel. "
"Bener nih ga apa? Ya sudah kalau gitu Tante titip Nick ya."
"Iya Tan, ga apa."
"Tante tinggal dulu ya, kalau ada apa-apa Derrel bisa telpon Tante ya."
"Siap Tante." jawab Derrel semangat.
•••
Kamar Nick kembali sepi hanya tinggal Giana dan Derrel yang menemani.
"Nick, kamu kok bisa deket sama Derrel ?" tanya Giana sambil duduk disebelah ranjang Nick.
"Dia yang nempel terus. Kamu kan tau aku ga gampang deket sama orang."
"Nempel... nempel... dipikir lem kali nempel." sambar Derrel.
"Gw itu melihat potensi dan peluang makanya gw deketin lu Kak."
"Maksud lu apa tuh? Waahh... ga bener nih gelagatnya."
"Astagaa... negatif mulu lu Kak. Kan gw tau lu mau buka usaha sendiri, gw juga ada niat mau usaha cuma kurang modal. Makanya gw deketin lu, sapa tau gw bisa join ama lu Kak. Eh ternyata cocok kan kita. Udah jodoh lu emang gw nih."
"Amit-amit deh... jangan sampe lu jadi jodoh gw." sambar Nick cepat sambil komat kamit berdoa.
"Sabar... sabar... emang susah yaa ngomong ama yang dah ketemu jodohnya. Lupain aja gw dah, habis manis sepah dibuang. Hiks..." jawab Derrel berdrama.
Giana dan Nick tertawa melihat kelakuan Derrel.
"Kebanyakan nonton drama lu." balas Nick sambil melemparkan jeruk yang ada dimeja kearah Derrel.
"Aw... aw... tolong KDRT nih." teriak Derrel sambil berlari menghindar kearah pintu berbarengan dengan datangnya orangtua Giana sehingga kepala Derrel terbentur pintu.
"Awww... aduh... duuuhh... sakit." teriak Derrel.
"Eh... maaf... maaf... duh maaf, Om ga liat kamu dibelakang pintu. Kalau tau, Om buka lebih keras." jawab Papa Giana yang membuat semua jadi tertawa melihat kelakuan dan kebetulan yang menimpa Derrel.
"Tega banget sih Om sama calon mantu ga jadi."
"Dah ga jadi... sekarang jadi obat nyamuk pula yaah kamu." timpal Mama Liana.
Derrel hanya cengengesan sambil mempersilahkan orangtua Giana untuk masuk ke kamar rawat Nick.
"Halo Nick." sapa Papa Mama Giana bersamaan.
"Hii Om Tante, makasih udah repot-repot dateng kesini." jawab Nick sambil tersenyum dan mengangguk sopan.
"Ga repot Nick. Ini Tante juga bawain baju ganti Giana. Sampe berasa mau pindahan nih Tante." jawab Mama Liana.
"Sebegitu kangennya kah anak papa ini sampe ga mau pulang buat mandi ama istirahat? Hmmm...??" tanya Papa Gio sambil menaikturunkan alisnya kearah Giana.
"Iiiiiiiisssssshhhhh Papaaaaaaa..... aku cuma khawatir sama Nick Paaaaahhh. Nick kecelakaan didepan aku, aku jadi takut." jawab Giana kesal karena terus digoda.
"Iyaa Papa ngertii... masalahmu sama Steve sudah selesaikah? Bicarakan baik-baik Naa." nasehat Papa Gio.
"Iyaa Paah."
"Kamu mandi dulu Naa, biar Mama sama Papa yang temenin Nick." titah Mama Liana.
"Om Tante, aku pamit pulang dulu ya. Mau mandi juga sekalian ambil baju ganti." pamit Derrel.
"Iya hati-hati dijalan ya Rel." jawab Mama Liana.
" Iya Tante." jawab Derrel sambil melambaikan tangan kearah Nick dan Giana.
Setelah Derrel keluar, Giana pun masuk kamar tamu untuk mandi. Nick seperti melepas rindu pada orangtua Giana. Selama Nick dekat dengan Giana memang Nick dekat dengan orangtua Giana dan sering bercerita tentang banyak hal.
Nick menceritakan semuanya kenapa dia tidak pernah lagi kerumah Giana. Sampai kenapa dia terserempet motor kemaren. Nick pun menceritakan tentang perasaan cintanya pada Giana. Meminta ijin dan restu orangtua Giana untuk mendekati dan meyakinkan Giana untuk menerima cintanya. Nick tidak ingin mundur lagi, dia ingin berjuang mendapatkan cinta Giana. Nick ingin menjadikan Giana yang pertama dan terakhir dalam hidupnya. Nick juga sudah mendengar dari mulut Giana kalau dia tidak mencintai Steve. Nick merasa inilah waktunya memperjuangkan cintanya pada Giana.
Orangtua Giana memberikan ijin dan restu, tapi semua keputusan ada ditangan Giana. Orangtua Giana juga ingin melihat anaknya bahagia.
Setelah Giana selesai mandi ternyata sudah ada orangtua Nick. Dan Nick sudah tertidur karena efek obat yang diberikan tadi pagi. Orangtua Nick dan Giana asik berbincang disofa ruang tamu. Kamar rawat Nick memang berbeda dari kamar VVIP rumah sakit lain karena kamar rawat ini khusus dibangun untuk keluarga Nick.
Giana menutup pintu kamar Nick supaya Nick bisa beristirahat dengan baik. Kemudian Giana pamit untuk menemui Steve dikantin rumah sakit. Para orangtua berpesan untuk menyelesaikan masalah mereka dengan baik pada saat Giana berpamitan.
Giana memantapkan hatinya berjalan menuju kantin rumah sakit. Dia ingin berjuang untuk cintanya.