"Biar aku sama Giana bekerja dulu ya Paa Maaa...! Satu tahun lagi kita menikah ya Naaa..." ucap Nick sambil menggenggam tangan Giana dan menatapnya lembut.
duuaarrr
Jantung Giana langsung berdentum dengan keras. Giana tidak mengira Nick akan mengajaknya menikah di depan orangtua mereka. Walaupun ajakan menikah untuk satu tahun lagi. Tapi Giana benar-benar terkejut dengan ucapan Nick.
"Astaga... astaga... anak papa nih! Ngajak nikah kaya ngajak anak kecil main. Kamu ya Nick, mana bisa begitu!" omel Mama Laura pada Nick.
"Kamu pikir ngajak temen kamu waktu kecil buat main. Giana... main yuk! Gitu! Ga ada romantis romantisnya anak papa nih. Maaf ya Gio, Liana... maklum anak muda." sahut Papa Ken sambil meminta maaf pada orangtua Giana.
"Hahaaa... ga apa Ken, santai aja. Nick kan baru mengutarakan rencananya saja. Dibawa santai saja, biar mereka jalani dulu. Supaya makin kuat cinta mereka. Kita dukung dan doakan saja." Papa Gio menimpali dengan santai.
"Maaf Om, Tante kalau cara bicara Nick salah. Tapi Nick benar-benar serius sama Giana. Nick mau menikah sama Giana. Mudah-mudahan secepatnya setelah membereskan management rumah sakit, Nick akan melamar Giana. Karena Nick pikir tahun depan juga kita bisa lebih siap. Kamu mau nikah sama aku kan Naaa?" Nick meminta maaf dan menjelaskan maksud ucapannya tadi.
Giana bingung harus menjawab apa. Mama Liana mencolek pipi Giana sambil meledeknya.
"Ehhhmm... hmmm... sampe ga bisa ngomong gitu. Itu ditanyaa Naa... kok bengong."
"Eh... iya." jawab Giana gugup
"Iya apa Naa...?" tanya Nick memastikan
"Kamu mau menikah sama aku kan? Kamu siap kan menikah tahun depan?" Nick mengulangi ajakannya.
"Iya aku mau." jawab Giana malu-malu.
"Mantap sudah ya. Tinggal menjaga hati kalian dan memupuk cinta kalian supaya makin subur. Gimana Gio, Liana... kalian setuju kalau Nick menikah dengan Giana tahun depan?" sahut Papa Ken.
"Saya setuju kalau Giana sudah mantap." jawab Papa Gio.
"Saya juga setuju." jawab Mama Liana dan Mama Laura bersamaan. Yang menghadirkan tawa hangat dalam ruang keluarga rumah Giana.
"Oke, karena semua sudah setuju... bagaimana kalau kita merayakannya dengan makan malam di resto seafood keluarga saya." Papa Ken mengajak keluarga Giana untuk merayakan kegembiraan mereka.
"Wah... boleh tuh Paa. Ayo kita berangkat supaya lebih santai." timpal Mama Laura.
"Boleh... boleh... sebentar kita siap siap dulu. Ayo Maa, kita ganti baju dulu. Kamu juga ganti baju dulu Naa." sahut Papa Gio
"Kamu ganti baju juga Nick, tadi sudah mama bawakan baju kamu."
"Iya Maa, Nick juga sekalian ambil barang Nick di kamar tamu."
Selesai bersiap-siap, mereka semua berangkat dengan menggunakan mobil keluarga Nick. Selama perjalanan mereka tak hentinya ngobrol sambil bercanda. Ada saja bahan obrolan para orangtua dari kegiatan mereka sampai terus menerus meledek Nick dan Giana.
Nick merasa lega hubungannya dengan Giana sudah diketahui keluarga mereka dan mendapatkan restu serta dukungan. Untuk masalah usaha keluarga Giana pun mereka akan saling bantu, supaya semua berjalan baik. Orangtua Giana tidak keberatan Giana lebih fokus di rumah sakit karena usaha keluarga Giana tidak sebesar Hope Hospital.
•••
Resto seafood milik kakek Nick berada di salah satu gedung pencakar langit di Jakarta. Memiliki area indoor, outdoor bahkan semi outdoor sehingga tetap bisa melihat pemandangan lampu di malam hari disaat hujan. Dan sekarang mereka sedang menikmati hidangan seafood di ruangan yang khusus dibuat untuk keluarga Nick. Ruangan indoor yang letaknya diatas resto seafood tersebut dengan bentuk bulat yang juga memiliki teras berbentuk bulat, sehingga view yang ditampilkan 360°. Ruangan ini benar-benar dikhususkan untuk seluruh keluarga besar Nick. Banyak sekali pejabat, konglomerat ataupun wedding organizer ingin menyewa untuk acara tapi tidak pernah diijinkan. Menurut kakek Nick itu adalah khusus privasi keluarga mereka dan tidak ada yang berani melanggarnya walaupun akan dibayar sangat mahal.
Malam ini mereka menikmati hidangan seafood sepuasnya, apalagi Giana memang pecinta seafood.
Nick dengan sabar mengupas udang dan memisahkan duri ikan untuk Giana. Setiap kali Giana akan mengupas udang sendiri dan mengambil ikan sendiri, Nick selalu mendahuluinya. Bahkan Nick melepaskan cangkang lobster dan kepiting untuk Giana. Giana berkali-kali menegur Nick agar Nick tidak perlu repot karena Giana bisa sendiri tapi Nick tetap ngotot. Dan yang terjadi justru Papa Gio dan Papa Ken ikut melakukan hal yang sama untuk istri-istri mereka. Karena melihat Nick begitu romantis pada Giana menimbulkan rasa iri para mama. Karena selama ini hal tersebut selalu dilakukan para istri dan suami-suami biasanya duduk manis terima beres. Para suami pun akhirnya mengalah dan mengikuti keinginan istri mereka.
Papa Ken sibuk memisahkan duri ikan dengan pisau dan garpu, seolah-olah sedang melakukan operasi. Bahkan mengupas udang pun tetap menggunakan pisau dan garpu. Mama Laura sudah sangat gemas melihat kelakuan suaminya. Tapi demi mendapat perlakuan romantis, Mama Laura pun berdiam diri sambil melihat.
Sedangkan Papa Gio tidak sabar memisahkan duri ikan akibatnya masih ada duri dalam ikan yang akan dimakan Mama Liana. Sedangkan menghancurkan cangkang kepiting, Papa Gio terlalu bersemangat sampai serpihan cangkangnya menempel dalam daging kepiting. Mama Liana hanya menggelengkan kepala.
Nick masih tetap asik sambil sesekali menyuapi Giana dan dirinya sendiri. Para mama sudah sangat gregetan dengan suami mereka, sehingga mereka akhirnya melakukan sendiri agar bisa menikmati hidangan sebelum hancur di tangan para suami mereka. Hal tersebut sontak mengundang tawa mereka bersama.
Selesai makan mereka menikmati jeruk hangat sambil menikmati pemandangan kota Jakarta di malam hari. Mereka pun tetap berbincang santai sampai kembali pada pembahasan serius.
"Giana, boleh Tante tanya satu hal?" tanya Mama Laura.
"Ya Tante."
"Kamu sudah yakin dengan Nick?"
"Iya Tante."
"Nick, kamu sudah yakin dan serius sama Giana?" gantian Mama Laura bertanya pada Nick.
"Iya Maa, Nick bener-bener yakin sama Giana. Nick bener-bener serius menjalin hubungan sama Giana." jawab Nick mantap.
"Oke, kalau kalian berdua sudah sama-sama yakin. Mama harap kalian berdua bisa bicarakan semua hal baik-baik jangan sampai ada kesalahpahaman lagi kedepannya."
"Iya Ma."
"Iya Tante."
Jawab Giana dan Nick bersamaan.
"Untuk masalah Susan, dokter Ferdi sudah tau kelakuan anaknya. Bahkan sudah beberapa kali Susan selingkuh. Dan dokter Ferdi sedang mempersiapkan Susan untuk S2 di luar negeri. Dokter Ferdi ingin Susan fokus pada karir dan pendidikannya, karena selama ini terlalu dimanjakan maka Susan tumbuh menjadi pribadi yang egois. Belakangan Susan sering absen dan sibuk mengejar dokter tampan atau pria kaya. Dokter Ferdi berkali-kali minta maaf sama Papa karena kelakuan Susan."
Nick dan Giana saling pandang-pandangan. Mereka tidak menyangka Susan akan menjadi seperti itu.
"Om juga minta Giana harus semakin menguatkan mental. Karena begitu Nick memimpin pasti banyak sekali yang akan mendekat. Jadi komunikasi adalah kunci utama ya Nick, Giana. Sebisa mungkin kita semua orangtua akan membantu mengawasi agar tidak ada hal buruk yang terjadi yaa. Hari rabu Bu Yuli sudah akan dinaikkan jabatan dan kamu minggu depannya ya Giana. Kita akan buat sehalus mungkin."
"Iya Om."
"Mari kita tutup makan malam hari ini dengan bersulang." ajak Papa Ken
"Papa nih..." protes Mama Laura
Obrolan dan candaan tetap mendominasi makan malam hari ini. Sampai tidak terasa waktu sudah hampir tengah malam. Dan mereka harus pulang untuk beristirahat.