Masalah di rumah sakit

1072 Kata
Selesai makan mereka akhirnya kembali ke ruang keluarga. Mama Liana membawakan teh hangat untuk menghangatkan perut-perut yang kekenyangan. Setelah merasa sudah santai, Papa Ken memulai pembicaraan kembali. "Saya jelaskan dulu ya Pak, Bu... supaya Giana juga tidak bingung. Jadi begini Giana, saya sudah melihat semua hasil kerja kamu setahun ini. Saya sangat berterima kasih sekali, setelah kamu bergabung di bagian keuangan semua jadi lebih rapi dan penyelewengan dana yang selama ini terjadi juga mulai terbuka. Saya mau kamu menjadi manager keuangan menggantikan posisi Bu Yuli, karena selama Bu Yuli menjabat budget bulanan selalu membengkak dan dana untuk bantuan alat kesehatan klinik di pedesaan juga banyak yang tidak sampai. Jadi nanti saya akan naikkan jabatan Bu Yuli dulu supaya tidak ada kecurigaan baru pelan-pelan akan diungkap dan dibeberkan bukti-buktinya. Karena kalau saya langsung pecat, saya tidak bisa dapat kaki tangannya. Makanya saya minta tolong Giana untuk menggantikan Bu Yuli supaya tidak ada lagi dana yang diselewengkan. Karena Giana akan memantau sepenuhnya keluar masuknya uang perusahaan. Sampe sini kira-kira mengerti Giana? Ada yang mau ditanya?" jelas Papa Ken. "Tapi Om, masih banyak karyawan senior lain yang lebih baik dari Giana." "Mereka memang keliatannya lebih baik, tapi Om masih mengawasi siapa saja kaki tangan Bu Yuli. Boleh ya Giana, bantu Om kali ini. Karena sebelum Nick jadi pimpinan, semua harus dibersihkan. Selama ini Om terlalu sibuk praktek dan kegiatan amal, jadi Om tidak terlalu perhatian pada operasional rumah sakit. Om juga bersyukur Nick mau bergabung di rumah sakit, karena banyak sistem yang tidak berjalan baik. Sejak Nick bergabung juga semua sistem menjadi lebih baik dan pelayanan bisa lebih maksimal. Dan dari Nick juga Om jadi tau kalau banyak sistem yang dibeli tapi tidak sesuai dan tidak diinstal hanya mengeluarkan uang sia-sia untuk membeli sistem. Bahkan dana untuk perbaikan sistem Hope Mobile pun ternyata seharusnya tidak sebegitu besarnya. Semua berpusat pada Bu Yuli, karena Pak Darma sebagai Direktur Keuangan tidak pernah memeriksa lagi hanya langsung acc saja. Dia sudah terlalu percaya pada Bu Yuli, makanya jadi banyak sekali penyelewengan dana." "Hope Mobile? Yang 2 M itu?" tanya Giana "Iya betul, harusnya hanya dibawah 1 M untuk perbaikan sistem Hope Mobile waktu itu. Untuk sekarang semua perbaikan sistem akan menjadi tanggung jawab Nick. Jadi semua permintaan dana dari bagian IT semua akan melalui acc Nick." "Giana tidak keberatan untuk menjadi manager keuangan tapi untuk tanggung jawab keuangan rumah sakit jadi wewenang Giana kayanya Giana belum mampu deh Om. Nanti tetap diperiksa lagi sama direktur keuangan kan Om?" "Kamu tenang aja Giana, nanti Om akan taro asisten Om jadi wakil direktur keuangan. Dia yang akan mengontrol semua. Karena direktur keuangan yang sekarang juga masih kita selidiki dan belum bisa kita pecat. Jadi sebenarnya asisten Om yang akan kontrol keuangan rumah sakit. Hanya saja dia perlu bantuan kamu yang sudah mengerti semua. Om harap kalian bisa bekerja sama dengan baik. Kalau ada sesuatu yang janggal kamu bisa hubungi asisten Om atau dengan Nick juga bisa. Pelan-pelan kita perbaiki supaya pelayanan rumah sakit tetap berjalan baik." "Baik Om. Terima kasih buat kepercayaannya. Mudah-mudahan Giana bisa membantu semaksimal mungkin. Dan yang terbaru kemaren Bu Yuli minta dimasukkan budget kesehatan gigi anak-anak di pedesaan untuk bulan depan. Apa Om sudah tau?" "Kesehatan gigi itu sebetulnya sudah termasuk semua dalam dana bantuan kesehatan yang kita berikan untuk klinik-klinik di pedesaan. Berapa budget yang diajukan?" "Tiga milyar, Om." "Waduh... makin kacau nih orang. Harus gerak cepet Paaa... kemaren Nick udah dapet banyak bukti kok Pa dari laptop Bu Yuli." "Kok bisa? Kamu retas?" "Heheee... kebeneran Bu Yuli minta tolong kemarennya laptopnya sempet blank. Jadi sekalian aja Nick copy semua file nya dan Nick sadap, hasilnya memang mengejutkan." "Aduh anak Papa." ucap Papa Ken sambil mengusap jidatnya. "Kenapa Paa??" ucap Nick was was "Kok pinter banget." jawab Papa Ken sambil tertawa. Semua yang sudah tegang jadi ikut tertawa mendengar Papa Ken tertawa. "Makanya Papa sudah lama minta kamu bergabung karena rumah sakit juga butuh perhatian anak muda seperti kalian. Kita yang tua-tua sudah tidak terlalu mengikuti perkembangan jaman. Apalagi papa lebih fokus ke pengobatan. Dulu Om Tisno fokus urus management rumah sakit tapi sekarang lebih fokus mengejar untung saja. Makanya sekarang papa sudah mulai beda aliran dengan Om Tisno." "Waah... ternyata sebegitu rumitnya ya." ucap Papa Gio yang tidak menyangka banyak penyelewengan dalam rumah sakit yang sangat besar dan juga masalah dalam management rumah sakit. "Iya nih. Saya dulu mendirikan Hope Hospital bersama sahabat saya. Kami sama-sama dari keluarga mampu makanya kami mendirikan rumah sakit dengan tujuan amal. Dan saya fokus pada pengobatan dan Tisno pada management. Setelah berkembang semakin pesat justru tujuan saya dengan sahabat saya sudah bertolak belakang. Tisno lebih fokus mencari keuntungan. Dan dia juga sedang memaksa saya untuk menjodohkan Nick dengan anaknya yang akan lulus S2 tahun depan dan akan bergabung dalam management rumah sakit. Dan tidak tanggung-tanggung, dia ingin anaknya langsung menjadi COO setelah Nick menjadi CEO nantinya. Dia merasa anaknya lulusan S2 luar negeri dan merasa pasti anaknya bisa membuat management rumah sakit lebih baik. Makanya saya mau Giana dan Nick maju selangkah demi selangkah, supaya tahun depan Giana sudah bisa jadi direktur keuangan. Karena saya khawatir kalau keuangan rumah sakit dipegang Selvy anak sahabat saya." "Perjuangannya masih panjang ya Nick, Giana. Saingannya banyak ternyata." ucap Mama Liana sambil tertawa. "Iyaa bener itu, saya kurang suka sama yang namanya perjodohan. Apalagi ini memaksakan perjodohan dengan Nick supaya makin mengikat, seperti perjodohan bisnis." timpal Mama Laura. "Ujian cinta untuk mereka namanya." jawab Papa Gio "Iya Gio, kalau saya sebetulnya mau cepat-cepat menikahkan anak-anak. Tapi karena kondisi rumah sakit juga sedang kacau makanya saya minta tolong Nick dan Giana membantu. Supaya mereka nantinya benar-benar siap memimpin ketika kita sudah lebih dulu meninggalkan mereka. Karena banyak sekali orang yang akan kehilangan pekerjaannya kalau sampai rumah sakit ini tidak bisa berjalan baik." "Papa nih main nikah-nikah aja." protes Nick "Jadi kamu ga mau nih nikah sama Giana? Maunya sama siapa? Susan? Selvy?" tanya Mama Laura pada Nick. "Mau banget lah Maaa... tapi kan aku sama Giana masih muda. Kalau Giana udah siap sih aku juga siap Maaa..." jawab Nick sambil tersenyum kearah Giana. Giana menatap Nick galak kemudian tersenyum malu ketika mamanya mencolek pipinya. "Gimana Giana? Kamu mau langsung nikah dulu sama Nick kemudian memperbaiki operasional rumah sakit atau sebaliknya?" "Lebih baik mengurus operasional dulu Paaa, karena kalau Nick dan Giana menikah kemudian Giana naik jabatan pasti akan banyak orang yang tidak suka. Biar aku sama Giana bekerja dulu ya Paa Maaa... !"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN