Hati ke hati

1134 Kata
Setelah orangtua Giana dan Nick pamit, Derrel dan Giana masih asik bercerita. Derrel merasa Giana lebih bahagia dibanding sebelum bertemu Nick. Derrel ikut merasa senang akhirnya Giana dan Nick bisa bertemu lagi. "Kak, gw tinggal bentar yaa. Gw mau ke studio, mau cek kerjaan anak-anak. Ntar gw balik lagi sini kalo dah beres. Ga apa kan? Malem pasti gw temenin kok." ijin Derrel pada Giana. "Santai aja Rel, beresin aja kerjaan lu. Bos lu lagi sakit, ntar kerjaan keteter." jawab Giana sambil meledek Derrel. "Siap Bu Bos!" jawab Derrel dengan tangan memberikan hormat kepada Giana. "Bu Bos Bu Bos... minta ditampol lu." sewot Giana. "Jangan KDRT dong sayang!" rayu Derrel. "Eehh... beneran minta ditampol lu ya. Dah pergi sana buruan." "Iyaa... iyaa... ngerti dah yang mau berduaan. Ehheemm... selamat malam mingguan yaa. Duh kaciaann malam mingguannya di rumah sakit. Daahh Kaaakk..." ledek Derrel sambil buru-buru keluar dari kamar Nick karena Giana sudah mengangkat sandalnya. ••• Giana masuk kedalam kamar rawat Nick dan memilih duduk disebelah kasur Nick sambil memperhatikan Nick yang masih tertidur. Giana masih tidak percaya dia bertemu kembali dengan Nick. Wajah Nick tidak berubah, hanya garis wajahnya semakin tegas dan gaya rambutnya sedikit lebih dewasa. "Naa..." panggil Nick dengan suara seraknya. Giana tersenyum melihat Nick sudah bangun. "Mau minum Nick?" tanya Giana yang dijawab Nick dengan anggukan. Giana menambahkan air dari termos supaya hangat. Giana membantu Nick untuk duduk dan meminum air hangat yang Giana siapkan. Jantung Nick berdebar kencang ketika Giana membantunya duduk dan memberikan gelas air hangat. Perhatian dan sentuhan Giana langsung menyengat dikulit Nick dan membuat jantung Nick berpacu lebih cepat. Dengan jarak yang begitu dekat, rasanya Nick ingin sekali memeluk Giana menumpahkan semua rindunya yang terpendam. Tangan Giana yang memegang gelas digenggam oleh Nick, membuat Giana salah tingkah. Giana terdiam memperhatikan Nick yang meminum airnya hingga habis. Tangan Giana masih digenggam Nick bersama gelasnya. Setelah meminum habis airnya, Nick memperhatikan Giana. Nick sengaja tidak melepaskan genggaman tangannya, dia begitu merindukan Giana tapi Nick takut Giana akan marah kalau Nick bertindak lebih. "Naaa..." "hmmm..." jawab Giana canggung "Boleh aku peluk kamu?" "Haahh... eem bo-leh." Nick meletakkan gelas dimeja kemudian menarik Giana ke pelukannya. Giana balas memeluk Nick sambil duduk dikasur Nick. "Naa... maaf yaa, selama ini udah salah paham. Udah bikin kamu kesel, bikin kamu sedih, bikin kamu marah. Ma-af." "Aku juga minta maaf Nick. Aku ga tau keadaan kamu, aku juga udah salah paham." "Aku kangen banget sama kamu Naa... waktu aku denger kamu panggil aku sebelum aku kecelakaan, aku pikir aku halusinasi. Aku ga nyangka bisa ketemu kamu lagi. Maaf ya kamu jadi putus sama Steve karena aku." "sssttt... udah ga usah bahas Steve. Aku dah ga ada hubungan sama Steve, aku juga salah dari awal terima dia. Boleh ga kedepannya kita selalu obrolin apapun itu, supaya ga ada salah paham lagi." "Iyaa... aku juga mau nya semua aku tanya dulu sama kamu, supaya ga salah paham lagi. Semua kita obrolin tanpa marah-marah ya Naa..." "Iyaa... jangan main kabur yaa, cuma liat sepotong terus kabur jadi salah paham kan. Heheee..." "Kamu tau darimana? Aku belum cerita loh." "Siapa lagi... " jawab Giana sambil tertawa dan melepaskan pelukannya pada Nick. "Jangan dilepas... masih kangen." manja Nick sambil mempererat pelukannya. "Naaa... hmmm... kata Derrel, kamu cinta sama aku yaa? " "hmmm... masa sih Derrel bilang gitu. Kapan aku ngomong gitu ke Derrel?" Nick langsung melepas pelukannya dan menatap Giana tajam. Nick jadi bingung karena melihat muka Giana yang berubah serius. Haruskah Nick merasakan patah hati yang keempat kali dengan wanita yang sama? Nick ingin mengungkapkan isi hatinya tapi dia takut Giana menolaknya, membencinya. Pikirannya selalu berputar-putar dengan ketakutan-ketakutannya sendiri. "Naaa... aku serius nanya." "Aku juga serius nanya." Nick mendadak diam. Giana tersenyum melihat Nick yang masih belum berani mengungkapkan isi hatinya. Giana sudah mendengar semuanya dari orangtua Nick, bagaimana dari dulu Nick memperhatikan Giana sampai patah kaki ketiga kalinya. Karena cerita orangtua Nick, Giana jadi lebih berani dekat dengan Nick. Karena Giana tau hati Nick masih untuknya. "Kenapa diam? hmmm... ngomong aja Nick. Tadi kan barusan bilang mau diobrolin semua biar ga ada salah paham, kok sekarang mendadak diam." "Aku takut kamu marah dan benci aku Naa." "Kalo aku benci kamu, buat apa aku bela-belain temenin kamu dari awal kamu di rumah sakit. Ngomong aja Nick, cerita aja. Aku siap dengerin semuanya." "eehhmm... Naa... boleh ga kita mulai dari awal lagi?" "Apanya yang dimulai dari awal? Kenapa harus dari awal?" "Kita udah ga ketemu lama, banyak hal yang mungkin udah berubah. Aku takut kamu kecewa. " "Aku tau semua tentang perubahan kamu dari Derrel, setiap ketemu Derrel selalu cerita tentang seniornya yang selalu dibanggakannya. Ga ada yang kelewat, dari keseharian sampe keseringan nolak cewek karena hatinya masih terpaku sama cinta pertamanya. Gimana... bener kan?" "Aduuuhhh... tuh anak emang mulutnya minta dijait. Segitu deketnya kamu sama Derrel, tapi aku ga tau selama ini." "Hehee... iya Derrel sahabat aku yang paling ngerti aku. Selama ini aku juga selalu cerita tentang kamu ke Derrel, Derrel juga cerita tentang kamu ke aku. Tapi aku sama Derrel sama-sama ga sadar kalau kita ceritain orang yang sama." "Iya maaf ya Naa, aku juga baru tau Derrel kenal kamu ya ditaman sebelum aku kecelakaan." "Kenapa kamu ga sapa aku?" "Aku takut kamu marah sama aku." "Terus jadi ngelamun, jadi kecelakaan kan. Terus sekarang masih mau diem, mau ngelamun lagi?" Nick menggeleng sambil tersenyum. "Aku suka sama kamu Naa. Aku sayang sama kamu. Aku cinta sama kamu. Dari dulu sampe sekarang perasaan aku ga berubah. Jangan tolak aku lagi Naaa... jangan bikin aku patah hati lagi... I Love You Naa." Giana tersenyum mendengar pernyataan cinta Nick yang begitu panjang. Giana menjawab sambil menggenggam tangan Nick. "Aku juga sayang kamu Nick." "Cuma sayang??" tanya Nick ga sabar "Aku juga cinta sama kamu Nick." Nick langsung memeluk Giana dengan erat. Nick merasa sangat bahagia Giana membalas perasaannya, membalas cintanya. "Terima kasih Naa... terima kasih kamu juga mencintaiku. Terima kasih kamu mau terima aku." "hmmm... gimana yaa... diancam siihh." "Naaaaaa...... jadi kamu bohong, kamu ga serius?!" "heheee... becanda Nick. Aku serius cinta sama kamu. Sama seperti kamu cinta sama aku." "Janji ya Naa... semua harus diobrolin. Ga perlu takut tersinggung, ga perlu takut marah yaa... supaya ga ada salah paham lagi." "Janji. Kamu juga janji yaa... ga ada lagi patah kaki lagi loh. Awas aja!" "Iyaaa... kapok Naa. Ga lagi-lagi. Udah ada kamu, aku ga ngelamun lagi Naa. Bener deh." "Huh... gombal. Baru berapa menit pacaran dah gombal aja." "Jadi... kita pacaran nih?" "Ga jadi pacaran niiihh??? Oke." tantang Giana sambil berdiri dari kasur Nick. "Jangan dong Naaa..." jawab Nick manja sambil menarik Giana kedalam pelukannya. Nick menyandarkan kepalanya di bahu Giana. Nick merasa nyaman dan sangat senang akhirnya Giana membalas perasaannya. Giana memejamkan matanya sambil memeluk Nick. Giana benar-benar merasakan beban yang menghimpitnya selama ini mendadak hilang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN