Dua bulan berlalu begitu cepat, Giana dan Nick tetap menjalani hari seperti biasa. Mereka tidak memberitahu kedua orangtua mereka dan juga Derrel. Mereka berdua sepakat merahasiakan hubungan karena merasa lebih nyaman. Salah satu penyebabnya adalah dr. Susan.
Pada saat Nick masih dirawat ketika waktunya kunjungan dokter, dr. Susan sering mengeluarkan kata-kata yang tidak menyenangkan. Nick tidak ingin Giana menjadi bahan pembicaraan di rumah sakit, karena Nick tau Giana akan bergabung menjadi staff keuangan Hope Hospital dan Nick juga dipaksa untuk bergabung.
Nick mempunyai seorang kakak perempuan yang menjadi dokter. Nick berpikir dia akan terbebas dari tugas untuk mengurus bisnis papanya karena kakaknya menjadi dokter. Ternyata Nick salah, kakaknya menikah dengan seorang dokter juga yang merupakan pewaris rumah sakit besar di Singapore. Dan sekarang kakak Nick tinggal di Singapore dan membantu suaminya.
Berkali-kali dr. Ken meminta Nick untuk mulai belajar mengurus rumah sakit tapi Nick selalu menolak. Nick beralasan ada dr. Ferdi dan orang-orang yang lebih ahli untuk mengurus rumah sakit. Nick merasa dirinya tidak mampu mengurus rumah sakit karena dirinya lebih menyukai bidang design daripada medis.
Setelah tau Giana akan bekerja di rumah sakit, Nick masih tidak ingin bergabung. Giana dengan sabar membantu Orangtua Nick untuk berbicara pada Nick. Giana memberikan masukan agar Nick bekerja mulai dari bawah dan memulai dari bagian IT sesuai dengan bidangnya. Sampai akhirnya Nick setuju, dengan syarat dia tidak mau dipaksa jika tidak mampu menjalankannya.
Setelah Nick dan Giana bekerja dirumah sakit, Nick dan Giana tetap tidak menunjukkan kedekatan mereka. Sampai pada suatu siang di jam makan siang, Giana mampir ke "Sudut Jajan" karena ingin membeli beberapa jajanan pasar kesukaannya. Ketika Giana sibuk memilih beberapa jajanan tiba-tiba Lois menghampirinya.
"Giaaa..."
"Loh... ngapain lu disini ?" tanya Giana tanpa basa basi.
"Astaga... masih galak aja lu. Kangen gw ama lu." rayu Lois
"Ga usah mulai aneh-aneh deh." ketus Giana
"Beneran Giia, ga aneh-aneh. Gw beneran kangen ama lu."
"Udah gombalnya... gw duluan ya."
"Eh... tunggu. Buru-buru amat sih lu." jawab Lois cepat sambil menarik tangan Giana.
"Apaan sih luu...!" ketus Giana sambil menarik tangannya.
"Sorry... sorry... kantor lu dimana? Gw anter sekalian yaa..." cecar Lois
"Duh sorry ya gw bareng temen. Duluan yaa." pamit Giana langsung berbalik meninggalkan Lois.
Ketika Giana berbalik, dia melihat Nick memperhatikannya sambil duduk di salah satu bangku. Giana sempat kaget namun melihat Nick tersenyum, Giana membalas senyum Nick lalu buru-buru berjalan karena takut diikuti Lois.
Ketika Nick melihat Lois akan mengikuti Giana, Nick buru-buru menghampiri Lois dan berpura-pura tersenggol Lois yang berjalan terburu-buru. Ketika Lois akan mengumpat, dia justru terkejut melihat siapa yang dia senggol. Dan terjadilah sedikit basa basi sampai Nick merasa Giana sudah menghilang kedalam lift barulah Nick mencari alasan meninggalkan Lois yang kebingungan mencari Giana.
Nick merasa senang Giana tidak menanggapi Lois. Ketika dia melihat Giana sedang ngobrol dengan Lois, Nick sempat kesal dan akan kembali keruangan kerjanya. Tapi Nick sudah berjanji untuk tidak ada salah paham lagi, makanya Nick duduk disalah satu bangku terdekat dengan Giana. Nick bisa mendengar percakapan Giana dan Lois. Nick merasa senang Giana hanya membalas obrolan Lois seperlunya demi sopan santun. Walaupun Nick kesal karena Lois memegang tangan Giana dan sedikit memaksa Giana. Rasanya Nick ingin sekali menarik tangan Giana dan mengajak Giana pergi dari hadapan Lois. Tapi Nick berusaha untuk tidak menghampiri Giana dan Lois karena Nick tidak mau Giana kena masalah. Nick menganggap ini salah satu ujian cintanya.
Dari awal kejadian di kamar rawat Nick, Giana masih sering menjadi perbincangan diantara staff dan suster-suster yang melihat kejadian tersebut. Dan ketika Giana mulai bekerja pun desas desus Giana cewek matre yang lebih memilih Nick anak pemilik rumah sakit dibanding dokter Steve makin ramai diperbincangkan. Giana tidak menanggapi dan cenderung cuek dengan semua perkataan orang-orang disekitarnya. Tapi Nick tidak suka dengan semua itu dan keputusan mereka untuk tidak terlihat dekat memanglah lebih baik.
•••
Semakin hari pembicaraan tentang Giana matre pelan-pelan menghilang. Penyebabnya adalah dokter Susan sendiri. Dokter Susan semakin menunjukkan kedekatannya dengan dokter Steve dan mereka sudah mengakui kalau mereka memang berpacaran. Di setiap kesempatan dokter Susan selalu berusaha menempel pada dokter Steve apalagi jika kebetulan bertemu Giana, dia berusaha menunjukkan pada Giana kalau Steve sangat mencintainya. Untungnya Giana tidak ambil pusing, hanya menyapa untuk kesopanan saja.
Dan belakangan timbul desas desus baru kalau dokter Susan dijodohkan dengan Nick. Seketika langsung ramai diperbincangkan para suster dan karyawan yang memang hobi gosip.
Susan sengaja menyebarkan desas desus karena kesal Nick tidak pernah membalas perhatiannya. Dibelakang Steve, Susan selalu berusaha mencari perhatian Nick. Selama ini Susan meremehkan Nick karena tidak tau kalau Nick adalah anak dari dokter Ken. Setelah tau Nick adalah pewaris Hope Hospital, Susan mulai mencari perhatian Nick di setiap kesempatan.
Beberapa kali Susan meminta tolong Nick dengan alasan data penting di laptopnya hilang ataupun laptopnya error dan banyak alasan-alasan lain yang berhubungan dengan pekerjaan yang sengaja dibuat-buat. Susan seperti baru menyadari kalau wajah Nick ganteng dan lebih menyenangkan dilihat walaupun tidak pernah tersenyum padanya.
Seperti sore ini disaat jam pulang kantor, Susan yang melihat Nick berjalan sendiri di lobi langsung menghampiri Nick dan berusaha menggandeng tangan Nick. Sialnya sebelum tangan Susan sempat menggandeng Nick, tiba-tiba sudah ada Derrel disebelah Nick. Dan berakhir tangan Derrel lah yang Susan gandeng.
"Duuhh... mau kemana Bu Dokter, main gandeng-gandeng aja?" celetuk Derrel yang membuat Nick menoleh.
"Iiihhh... apaan sih lu main gandeng-gandeng tangan gw!" omel Susan yang terkejut tangannya malah bergandengan dengan Derrel bukannya Nick.
"Bu Dokter sakit? Perlu pegangan? Main gandeng ga pake liat-liat kok malah jadi situ yang sewot." ketus Derrel
"Sapa juga yang gandeng lu, lu aja kegenitan main gandeng-gandeng tangan gw."
"Wow... wow... wow... maling teriak maling nih. Kenapa? Nyesel ya selama ini ngeremehin "anak ingusan" yang ternyata "berlian"? Setelah tau mulai CAPER yaaa!!!" sengaja Derrel menekankan kata caper karena selama ini dia tau kalau Susan selalu mencari perhatian pada Nick.
Seketika Susan menelan ludahnya, dia tidak mengira niatnya mencari perhatian pada Nick diketahui Derrel. Selama ini Susan selalu melihat situasi dan merasa tidak ada orang terdekatnya maupun orang terdekat Nick. Karena Susan ingin Nick membalas perhatiannya dan mulai menyukainya dulu karena setelahnya dia akan meninggalkan Steve.
Nick yang merasa orang-orang mulai memperhatikan langsung mengajak Derrel pergi dari sana. Nick tidak mau ambil pusing karena selama ini disaat Susan sibuk mencari perhatiannya, Nick selalu memasang wajah datar dengan matanya yang tajam. Beberapa kali Susan sempat mengajaknya ngobrol dan hanya dibalas Nick seperlunya karena Nick tetap menjaga kesopanan. Selain karena Nick akan mengelola Hope Hospital di masa depan, dia juga menghormati dokter Ferdi ayah dokter Susan.
Susan yang terlanjur malu langsung masuk kedalam rumah sakit menuju toilet.
Nick merangkul Derrel sambil berjalan kearah mess rumah sakit. Setelah bekerja di rumah sakit, Nick sengaja tinggal di mess agar lebih dekat dengan karyawan lain dan Nick juga mengajak Derrel tinggal di mess nya. Selain untuk mempermudah membahas bisnis mereka, Derrel juga selama ini tinggal di kos.
"Kak, lu dah denger gosip baru di rumah sakit?"
"Udah."
"Lu ga takut Kak Giana marah? Ga takut ditolak Kak Giana lagi?" berondong Derrel karena yang dia tau Nick dan Giana masih tahap pendekatan.
" Ga. "
"Yakin lu? Ntar ditolak lu bengong lagi patah kaki lagi!!"
"Hahaaa... kan dah ada lu yang bakalan ngomong ke Giana. Bener kan?"
"Astaga... rese amat lu Kak."
"Ya selama ini kan emang lu paling aktif jadi jembatan gw ama Giana. Belom sempet gw ngobrol ama Giana juga, lu dah gibah duluan kan?!"
"Heeehhh... iya siihh. Ahahahaaaaa..."
"Ya dah, kita ke kantin aja. Ngopi dulu sambil bahas kerjaan anak-anak studio. Ntar juga Giana nyusul, dia masih beresin kerjaan. "
"Mantap emang mess Hope Hospital. Ga salah emang gw mutusin ikut lu pindah kesini. Mau makan apa tinggal ke kantin... gratis tiiss tiiisss. Cepet kaya gw kalo gini Kak. Heheee..."
"Bawel lu... dah pesen kopi sana. Gw biasa ya."
"Siiip."
Kantin Hope Hospital didirikan orangtua Nick untuk membantu Bu Karto dan untuk memudahkan penghuni mess mencari makan termasuk Nick dan Giana. Mereka membayar hanya dengan menscan kartu penghuni mess. Tapi kantin mess tetap bisa diakses karyawan rumah sakit atau umum karena letaknya yang dibuat diantara rumah sakit dan mess. Dengan lokasi yang strategis kantin mess memang jadi pilihan alternatif karyawan kantor disekitar rumah sakit karena makanan yang disediakan juga sehat dan bervariasi.
Kantin mess dikelola oleh Bu Karto, pemilik warung nasi di sekolah SMA Giana dulu.