Langit siang tampak gelap, seolah turut bersimpati pada kekalutan seorang ayah yang kehilangan putranya. Di dalam markas besar Gualtiero yang megah tetapi terasa menyesakkan, Matthew berdiri di tengah ruangan dengan sorot mata tajam yang penuh gejolak. Wajahnya memancarkan amarah yang membara, tapi di balik itu terselip kepedihan mendalam. Perpaduan antara kehilangan dan kemarahan menciptakan aura mencekam yang membuat ruangan terasa semakin sunyi. Dari pintu besar di ujung ruangan, seorang pria menggunakan pakaian hitam masuk dengan langkah berat. Orlando, salah satu bodyguard Matthew, menundukkan kepalanya rendah, sadar bahwa dirinya akan menghadapi konsekuensi besar atas kelalaiannya. "Masuk!" teriak Matthew dengan suara yang menggema, memerintahkan Orlando, bodyguard yang dit

