Alina mulai menjelajahi internet, mencari artikel bagaimana cara merawat bayi. Dari mulai memandikan bayi, memakai popok, cara membedong bayi, bahkan cara menidurkan bayi.
Dengan penuh semangat Alina mempelajari apa yang dia baca di internet. Setelah puas menjelajahi, Alina mulai membuka konten youtube, mempelajari setiap tutorial, sambil sesekali menganggukan kepalanya tanda mengerti.
Ceklek...!
Suara pintu di buka mengagetkan Alina, gadis itu berdiri dan mundur beberapa langkah melihat Stefan sudah berdiri dihadapannya.
Tatapan mata dingin itu menyorotnya tajam.
"Hari ini aku akan berbelanja keperluan Love...kau ikutlah denganku...bawa bayiku...!" Cetus stefan.
"Baik..." Sahut Alina tanpa berani menatap ke arah Stefan.
"Bersiaplah...10 menit lagi ku tunggu di bawah..." Ujar Stefan.
Pria itu segera membalikkan tubuhnya dan melangkah keluar kamar.
Alina masih berdiri termangu di tempatnya, tak lama dia segera membuka lemari bayi, mengambil sebuah tas bayi berukuran sedang, kemudian memasukkan perlengkapan bayi, beberapa popok, minyak telon, bedak bayi, dan beberapa baju bayi. Dia menuang s**u bayi dan memasukannya di dalam botol takar, tak lupa beberapa botol s**u dan termos kecil berisi air hangat.
Apa yang telah dia pelajari sudah dia praktekan saat ini juga, senyum manis mengembang dari bibirnya.
'Hmm...banyak juga perlengkapanmu sayang...tapi tak apa, aku senang melakukannya...asal bisa melihat Papamu dari dekat...aku sudah sangat senang...apalagi bisa melihat Papamu kembali tersenyum dan ceria...tidak selalu murung seperti saat ini....oke....waktunya berangkat....' Gumam Alina sambil menyambar sebuah gendongan kain dan mulai mengangkat tubuh mungil itu.
Stefan sudah menunggu di depan teras, kedua tangannya di lipatnya di depan dadanya, raut wajahnya masih terlihat sendu, matanya menatap kosong kedepan.
Mata itu, yang biasanya bening dan tajam, kini berubah sembab, mungkin dia habis menangis semalam.
Perlahan Alina mulai mendekati pria itu, dia sudah menggendong Lovely dengan gendongan kain, beberapa kali dia belajar mempraktekan bagaimana cara menggendong dengan kain panjang, kini dia sudah hampir sempurna berhasil, di tangannya dia menenteng sebuah tas bayi serta perlengkapannya.
"Aku sudah siap..." Kata Alina yang mengagetkan Stefan, pria itu langsung menoleh kebelakang.
"Kau duduklah di belakang...ingat...selalu jaga jarak denganku, berjalanlah selalu di belakangku...aku tidak mau orang menganggap kau sebagai istriku...!" Ujar Stefan sambil membukakan pintu mobil bagian belakang.
"Baik..." Sahut Alina patuh. Kemudian dia segera masuk kedalam mobil.
Tak lama kemudian mobil itu sudah melaju dengan kecepatan sedang menuju kesebuah mall besar di Jakarta, tidak ada pembicaraan selama mereka berada di dalam mobil, hening.
Tidak sampai 30 menit, mereka sudah sampai di parkiran mall. Mereka keluar dari dalam mobil, Alina tetap menenteng tas bayi dan menggendong Lovely.
"Kau mau menggendongnya terus atau memakai stroler? Kalau kau mau aku akan menurunkan Stroler Love dari bagasi..." Tanya Stefan.
"Tidak usah kak...biar aku menggendongnya saja..." Jawab Alina.
"Baik...tapi ingat perkataanku yang tadi, kau berjalan di belakangku dan jaga jaraklah denganku...kau paham?"
"Ya...aku mengerti..."
"Bagus..."
Kemudian mereka berjalan memasuki mall dan hembusan hawa sejuk dari dalam mall mulai terasa di tubuh mereka, Love kelihata juga sangat nyaman dalam gendongan Alina.
Alina tetap berusaha menjaga jarak dengan selalu berjalan di belakang Stefan, terkadang ia harus agak berlari untuk mengimbangi langkah Stefan yang terlalu cepat.
Mereka kemudian memasuki toko perlengkapan bayi yang cukup besar dan lengkap. Sebelum masuk kedalam Stefan menoleh ke arah Alina.
"Kau masuk dan pilihlah barang-barang yang Love butuhkan, beli s**u formula untuk stok satu bulan, popok sekali pakai juga beli yang banyak sekalian, oya...mainan untuk Love juga jangan lupa...kau lebih tau lah mana yang bagus... ini pakailah kartu kreditku...aku akan menunggu di sini..." Jelas Stefan.
"Tapi...bagaimana mungkin aku membeli banyak barang sambil menggendong Love?" Tanya Alina ragu.
"Sini...berikan Lovely padaku..." Stefan meraih Lovely dari gendongan Alina.
Pria itu mencium sayang bayinya yang masih merah itu, senyum kecil tersungging dari bibir pria yang kini telah menjadi duda itu.
Alina melihatnya dengan perasaan yang tidak dapat digambarkan, matanya mulai berkaca-kaca antara kasihan dan sedih melihat dua mahluk di hadapannya yang telah ditinggal pergi oleh wanita yang mereka cintai.
"Kenapa kau masih berdiri di situ? Cepatlah masuk...!" Seru Stefan.
Alina langsung membalikkan tubuhnya dan menyembunyikan wajahnya kemudian segera melangkah memasuki toko perlengkapan bayi, kemudian dia mulai memilih dan membeli kebutuhan Lovely.
Setelah semua kebutuhan bayi mungil itu di beli, Alina segera mulai melakukan pembayaran, namun pada saat transaksi tersebut, Alina tidak tau pin kartu kredit Stefan, kemudian dia berjalan kedepan mendekati Stefan yang masih menggendong Love dan masih mengajak bayinya itu bicara.
"Hmm...maaf kak...pin kartu kreditnya apa ya?" Tanya Alina.
"Lovely 2020..." Ucapnya singkat.