Hari Pertama

782 Kata
Pagi itu, Alina berlari-lari kecil dari tempat kosnya menuju ke rumah Stefan. Hari ini Kedua orang tua Stefan akan pulang ke Semarang. Alina begitu bersemangat menghadapi hari pertama menjadi pengasuh bayi Lovely. "Kau sudah datang Alina?" Tanya bu Indri sambil mengemas barang-barangnya dan memasukannya kedalam sebuah koper besar. "Iya tante....hari ini aku akan mulai mengasuh bayi Lovely...mudah-mudahan lancar ya tante..." Jawab Alina. "Yah...kau kan sudah lama mengenal Stefan...apalagi kita bertetangga di Semarang...pasti Stefan akan lebih mempercayaimu dibanding siapaun...." Kata Bu Indri. 'Ah...siapa bilang Kak Stefan percaya padaku? Bahkan sikapnya selalu sinis sejak dulu....sampai sekarangpun mana pernah dia sedikit saja memandangku....' Gumam Alina dalam hati. "Kau sudah siap Bu? Taksinya sebentar lagi sampai, Stefan sudah memesannya untuk kita..." Ujar Pak Doni sambil keluar dari dalam kamar dengan membawa sebuah tas besar. "Kenapa tidak dia saja yang mengantar kita ke Bandara pak?" Tanya Bu Indri. "Kau tau sendiri Bu...pikiran anak itu sedang galau....apa jadinya kalau dengan pikiran seperti itu dia mengantar kita...bisa mati kita di jalan...kasihan kan cucu kita..." "Hush...kau ini bicara sembarangan saja Pak...!" Cetus Bu Indri yang sudah selesai mengemasi barangnya. Tak lama kemudian, sebuah mobil sudah terparkir di depan rumah Stefan. Stefan baru turun dari kamarnya sambil menggendong bayinya. "Aduh...cucu Oma....maafin Oma ya...tidak bisa lama-lama menemanimu....kau disini saja ya temani papamu...nanti bulan depan Oma akan datang lagi menjengukmu...." kata Bu Indri sambil mencium bayi Lovely yang nampak tertidur nyenyak. "Ayo bu...taksinya sudah menunggu...!" Seru Pak Doni. "Sabar Pak....apa kau tidak ingin mencium cucumu sebelum berangkat?" tanya Bu Indri. Kemudian Pak doni segera mendekati cucunya yang masih dalam gendongan Stefan. "Opa pulang ke Semarang dulu ya sayang....sehat-sehat ya cucu Opa..." kata Pak Doni sambil mengcup kening Bayi Lovely. "Terimaksih Bu...Pak...hati-hati di jalan....maafkan aku belum bisa mengantar kalian ke Bandara..." Ucap Stefan. "Ya sudah...kami maklum kok...berikan bayimu ke Alina...bukankah hari ini dia mulai mengasuh bayimu?" Kata Bu Indri. Dengan agak ragu-ragu, Stefan memberikan bayinya kepada Alina. Alina berusaha menggendong bayi itu dengan senyaman mungkin, walaupun dirinya belum pernah menggendong bayi. Stefan membantu memasukkan tas dan koper orang tuanya ke bagasi mobil, kemudian mereka mulai masuk kedalam mobil dan perlahan mobil itu melaju meninggalkan rumah Stefan. Alina masih berdiri memandang mobil yang kemudian menghilang di tikungan jalan. "Owee....oweeeekk....oweeek...." Bayi Lovely mulai menangis. Alina sebenarnya bingung harus berbuat apa, dia merusaha menenangkan bayi itu, sungguh ini adalah pengalaman pertama dia mengasuh bayi. "Sepertinya dia haus...kau ke belakang buatlah susu...letakan bayinya di box bayi dulu....ingat....kau harus membuatnya sesuai takaran...baca petunjuknya....!" Cetus Stefan dengan wajahnya yang datar. "Baik..." Alina segera masuk dan meletakan bayi itu di box bayi, kemudian buru-buru lari ke belakang untuk membuat s**u. Alina melihat sebuah kaleng s**u, perlahan dia mulai membaca aturan membuatnya, kemudian dia mulai mengambil botol dan mengisinya dengan air hangat, lalu memasukan s**u sesuai takaran yang dianjurkan. Alina mencoba meneteskan s**u ke tangannya, ternyata masih panas, kemudian dia mulai menambah air dingin, namun hasilnya malah encer, kemudian dia menambah sedikit bubuk susunya dan mulai mengocoknya. "Sudah belum?? kau lama sekali....bisa membuat s**u tidak??!!" Teriak Stefan dari depan. Suara bayi Lovely masih terdengar menangis. Dengan tergopoh-gopoh Alina datang mendapati Stefan yang sedang menggendong bayinya untuk menenangkannya. "Kemarikan bayinya...biar aku yang memberinya susu..." Kata Alina. Stefan lalu memberikan bayinya kepada Alina. Alina mulai memasukkan perlahan botol s**u kedalam mulut bayi itu, sesaat bayi itu mulai tenang, ternyata dia memang lapar. "Pokoknya kau harus cari di internet bagaimana cara merawat bayi...! Aku tidak mau bayiku sakit karena kebodohanmu...aku tau kau tidak berpengalaman mengurus bayi...tapi entah mengapa ibuku terus membujukku untuk memakaimu menjadi pengasuh bayiku...!" Cetus Stefan sambil melangkah naik tangga menuju ke kamarnya. Alina masih berdiri termangu menatap kepergian stefan yang begitu cueknya terhadapnya, kemudian dia segera mulai duduk di sofa untuk mencari posisi yang nyaman untuk Lovely. 'Tidak apa-apa sayang, Papamu begitu ketus terhadapku...bisa membantu menjagamu aku juga sudah sangat senang...dulu aku hanya bisa melihat papamu dari jauh saja...sekarang bahkan aku bisa melihatnya dengan sangat dekat...' Gumam Alina. Setelah beberapa menit bayi itupun sudah menghabiskan susunya, tak lama bayi itu tertidur kembali, perlahan Alina mengangkat Lovely dan membawanya ke kamar bayi. Kamar itu begitu indah, warna tembok di hiasi dengan wallpapper berwarna peach, ada gambar bulan dan bintang yang menambah keindahan nuansa kamar bayi Lovely. 'Kau tidurlah dulu ya Love...tenang saja...aku ada disini selalu menjagamu, aku akan mulai menjelajah internet untuk mencari tau bagaimana cara merawatmu...' Gumam Alina sambil mulai merogoh ponselnya dari saku bajunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN