A Night With You

2839 Kata

"Karena aku menyukaimu." Adrian tersenyum padaku dari balik bahu lebarnya. Aku menatapnya kelu. Jangankan menelaah maksud ucapannya, keadaan saat ini saja cukup membuatku tidak bisa berpikir jernih. Belum sempat lagi aku membaca perlahan situasi ini, tiba-tiba seseorang membuka pintu. Suara derit pintu besi yang ditarik, juga hembusan angin dingin yang masuk bersamaan dengan hal itu membuatku stres. Tetapi hal mengagetkan belum juga berakhir. Aku menatap sosok di balik pintu itu. Bahkan hanya dengan melihatnya saja, aku sangat gugup sampai mual. Pak Wiryo di sana. Hanya dengan menggunakan celana tidur dan kemeja piyama yang tidak dikancing. Perut buncitnya terlihat dan dia terengah-engah berat. Membuatku semakin mual melihatnya. "Di-dia... Kenapa ada di sini...?" tanyaku putus asa p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN