Aku terbangun dengan peluh membasahi hampir seluruh tubuhku. Kepalaku pening sekali dan tubuhku masih belum tenang dari bangun yang menyentak. Yang bisa kulakukan berikutnya hanya memijat ringan pelipisku, berharap sakitnya memudar. "Uuh..." ringisku. Aku benar-benar berharap tadi itu hanya mimpi buruk. Sebuah mimpi buruk yang amat panjang dan terasa begitu nyata hingga aku berhasil terbangun dengan keadaan seperti ini. Bantalku sudah basah karena keringat dingin. Bahkan sinar matahari pun malas menyapa kamar kost ku. Eh tunggu, ini sudah mau malam? Aku menyibak tirai kamar kostku dan baru tersadar langit sudah membiru gelap. Hampir saja kupikir ini subuh tetapi kulihat masih ada garis-garis lembayung yang hampir pudar diganti malam. Aku membeku. Sudah berapa lama aku tidur? Sege

