Aku melongo melihat pintu kamar kost Stefhana yang terbuka dan mendapati isi kamar itu telah kosong. Aku sudah memperhatikannya dari jauh sejak beberapa jam yang lalu, pintu itu terus terbuka. Kupikir, Stefhana hanya sedang membuka pintu untuk mengundang udara segar masuk, tetapi beberapa jam berlalu, ibu kost justru datang dan menyuruh beberapa tukang membersihkan kamar itu. Lalu aku pun menyadari ternyata pintu itu memang di tinggalkan terbuka. Terburu-buru aku naik ke lantai dua gedung kostnya, tepat di depan kamar yang baru beberapa hari lalu kukunjungi dengan Stefhana dalam dekapanku. Kuingat beberapa hari yang lalu gadis itu kurebahkan di kasurnya dan aku memastikan dia dan sekitarnya aman sebelum kutinggalkan! Namun sekarang tengkukku mendingin, melihat kamar itu sudah kosong dan

