Anak-anak itu tampak begitu lega karena akhirnya bisa keluar dari rumah kakek-neneknya dari pihak ayah mereka. Wajah mereka lebih ceria. Meski Ayu selalu berusaha memberi pengertian pada mereka untuk bersikap baik pada keluarga ayahnya, nyatanya anak-anak itu memiliki cara sendiri untuk tahu siapa saja yang tulus pada mereka. “Aku gak suka kalau Eyang Papa tanya-tanya kita sudah hafal berapa juz,” kata Rayhan setelah mobil yang mereka tumpangi meninggalkan rumah kakek neneknya. Ayu hanya tersenyum. Ia menyetir dengan pelan dan penuh kehati-hatian. Tegar ada di pangkuannya dengan gendongan yang mengikat tubuh mungilnya. Sementara di kursi belakang duduk ketiga anaknya yang lain. “Mama susah enggak nyetirnya? Mau Azka bantu pegangin Tegar?” Azka terlihat prihatin dengan kerepotan ibunya.

