“Ayo turun,” ajak Ali begitu sampai di depan rumah orang tuanya. Rumah yang sudah ia renovasi sedemikian rupa beberapa tahun lalu setelah ia bekerja di pertambangan. “Mas bisa bantu bawa Tegar kan? Biar aku bantu mereka turun,” kata Ayu. Ali mengangguk menyadari istrinya kesulitan jika harus turun sembari menggendong Tegar yang sudah terlihat begitu montok di usianya yang baru beberapa bulan itu. “Ayo Tegar sama Papa,” Ali membukakan pintu kemudian meraih anak bungsunya dari pangkuan Ayu. Tegar sempat menggeliat tak mau, tapi kemudian ia seakan mengerti ketika ibunya membisikan sesuatu padanya. Setelah Tegar aman di tangan ayahnya, Ayu turun dan membantu ketiga anaknya turun. Memberikan sedikit wejangan pada mereka agar memasang wajah manis pada kakek neneknya nanti. “Sudah? Tegar sa

