“Papa, kita ke rumah Eyang Papa nanti siang kan? Kenapa gak ke Sunmor dulu atau olahraga ke stadion?” tanya Rayhan selepas mereka turun dari masjid. Matanya yang awalnya masih mengantuk ketika ayahnya memaksanya ke masjid untuk solat subuh mendadak terbuka lebar dengan ide yang melintas di kepalanya. Azka hanya diam mengikuti langkah mereka. Dia tetap tak suka dengan keharusan ikut ke rumah orang tua ayahnya. Tak ada yang menyenangkan di sana bagi Azka. Rumah orang tua ayahnya itu memang kini lebih besar dibanding rumah orang tua ibunya, tapi Azka tetap lebih suka jika ke rumah orang tua ibunya. “Nanti kesiangan ke rumah Eyangnya.” “Sekarang kan baru jam lima.” “Memangnya mau apa ke sana?” tanya Ali “Olahraga. Sarapan. Biar Mama gak usah masak, gak usah capek. Bude Tari kan belum d

