Ayu akhirnya bisa meluruskan kakinya dengan tenang di ruang keluarga. Ketiga anaknya sedang bermain sendiri, sementara Tegar sedang dipegang Ali. Anak itu sudah kenyang, jadi akan tenang siapapun yang memegangnya. Ibunya pulang ke rumah sejak kemarin. Begitu pula asisten rumah tangganya yang ijin mengambil libur hari ini. Ayu sendiri, pulang lebih awal setelah beberapa hari kemarin sampai sore terus di puskesmas. Tak peduli tadi Elang sempat menatapnya sinis, toh bagiannya sudah selesai. “Mama capek banget ya,” Azka tiba-tiba duduk di sisi Ayu dan menyandarkan kepalanya di lengan ibunya. Ali meliriknya. Istrinya itu memang terlihat begitu lelah. Bagaimana tidak, sejak pagi membuka mata ia sudah harus berjibaku menyiapkan anak-anaknya sembari bersiap ke tempat kerjanya. “Kakak pingin ke

