Tatkala bulan sedang menyebarkan senyumnya. Bintang-bintang bertaburan di langit menyapa sang malam. Angin berhembus dingin ke seluruh ruangan. Seakan malam ini sedang menyambut Lea yang hampir menuju ke mimpi buruk pelaminannya. Itulah yang terlintas di pikiran Lea. Lea mengedipkan mata dan meneguk segelas jus jeruk setelah makan malam bersama keluarga Andrew dan keluarganya. Mereka saling duduk berhadapan. Kemudian Lea meletakkan gelasnya kembali ke atas meja makan. Leoni berdeham. “Kalian rencana mau honeymoon kemana?” tanyanya. Lea dan Andrew spontan saling menatap tajam. Lantas Lea angkat bicara. “Kayaknya ngga ada hanimun deh, Ma. Aku yakin Andrew juga sibuk....” Andrew menyahut, “L-Lea juga pasti sibuk urus kafenya, Tante.” “Lhooo, gimana kalian ini. Masa pengantin baru m

