Tatapan Mika datar. Sorot mata hitamnya tak menyiratkan cahaya apa pun. Ia menatap Jojo, Budi, dan Dimas dalam diam. Setelah sekian lama, akhirnya ia berani mengatakan hal seperti ini. Bagaimana pun, Mika penasaran. Apakah manusia normal akan seheran itu dengan kekuatan sihir? Masa iya dirinya akan diburu dan dijadikan objek percobaan jika mengatakan hal yang sebenarnya? Situasi langsung menjadi hening di antara mereka berempat. Suara bising dari anak-anak lain seolah tak terdengar lagi. Detak jantung Mika terus meningkat seiring waktu. Ini aneh. Kenapa dia menjadi deg-degan atas pertanyaan yang diajukannya tadi? Lagi pula, apa-apaan reaksi tiga sekawan ini? Kenapa mereka menatapnya dengan tatapan syok? “Mika ....” Budi memanggil namanya dengan nada yang aneh. Keringat dingin mulai me

