episode 6

1002 Kata
Dua jam berlalu, mereka masih saja berkutat dengan permainan konyol - konyolan itu. Kali ini giliran alex yang mendapat giliran dikerjai. "Hem .... alex ....," Ucap Jerry penuh dendam dengan suaranya yang terdengar masih sengau dan tissue yang masih saja tergenggam di tangan kanan nya. "Sekarang .... kamu harus telpon mami mu ... dan harus di LOUDSPEAKER!!" Jerry melemparkan ponsel nya ke arah alex. Kali ini alex yang terhenyak. Olive tidak tahu bagaimana hubungan antara alex dan juga ibunya, atau apa yang akan terjadi kejadian yang tragis jika alex menelpon ibunya, tapi yang jelas terlihat wajah alex tampak sekali menyiratkan kecemasan. "Non ... Mami pasti sudah tidur , jer!" Jawab alex sambil mengibaskan tangan kirinya. Jerry pun melihat jamnya. "Ah,,, baru juga jam 10 malam, kalau di paris sekarang masih sore lah alex!" Dengan berat hati alex pun menekan sederet nomor telepon. Jerry berulang kali mengingatkan alex untuk segera menekan loudspeaker nya. "Allo .... Maman? C'est moi, alex." "Alex?? Mon cheriiii ....!" Suara Mami nya alex melengking kencang. Wajah alex pun kini memucat. "Sudah makan belum, nak? Kamu senang kah disana? Gak digigitin nyamuk, kan? Sudah pakai krim muka yang waktu itu mami bawain buat kamu? Diurus loh itu flek - flek yang ada di mukamu! Ada apa kamu telpon mami ? kamu kangen ya sama mami? Ah ... cheri ....!" Mami alex nyerocos seperti kereta express. Alex memijat keningnya. Setelah kurang lebih seperempat jam, akhirnya alex berhasil kabur dari serbuan nasehat maminya yang masih menganggapnya seperti saat alex masih anak - anak. "Puas, loe jer?" Alex melempar handphone ke tangan jerry yang sedang tertawa terbahak - bahak. Salah satu teman alex bahkan spai berurai air mata saking gelinya mendengar percakapan antara ibu dan anak itu. "Tres bien ! Hehehe ....," Jerry akhirnya bisa kembali berkata dengan lancar setelah berhasil menguasai tawa gelinya itu. "Eits, alex, masih ada satu lagi. Sekarang giliran kamu yang kasih tau ke kita semua apa rahasiamu yang palibg dalam saat ini!" "Maksudmu, swlain kenyataan bahwa aku selalu pakai boxer Bergambar Sponge bob?" "Iya, selain itu!" Olive kembali tersenyum - senyum mendengar percakapan kedua sahabat itu. Ia menunggu dengan sangat penasaran , ingin tahu juga rahasia apa yang sedang diaimpan oleh alex saat ini. Alex tampak sedang berpikir keras, memandangi semua teman nya termasuk olive, kemudian menghembuskan napas perlahan. " Oke.... aku bakalan jujur sama kalian, sebenarnya...." " Aku .... mencintai seseorang .... di sini ....," Ucap alex dengan agak pelan. Olive menahan napas. " Ah .... dan .... siapakah perempuan yang sedang beruntung itu??" Jerry tersenyum - senyum sambil sesekali melirik kearah olive. Olive pun merasakan pipinya yang memerah. " Perempuan?" Alex memandang jerry dengan bingung. " Mon ami?" Pastinya kamu mencintai seorang perempuan kan?!" Jerry memandang Alex dengan wajah takut. " Jerry ..... dia lebih dari seorang perempuan .... dia adalah bintang." ************** Olive duduk termangu di halaman depan rumahnya. Biasanya jam 2 siang di hari minggu seperti sejarang ini , dia sudah terkantuk - kantuk sambil duduk di tepi pantai, terlena oleh hembusan angin semilir di bawah pohon kelapa. Tapi hari ini sungguh berbeda. Hukuman mau tidak mau harus diterima olive karena kebandelan nya pergi hingga larut malam tanpa pamit. Malam itu, alex mengantarnya pulang. Hampir tengah malam, bapak dan mama telah berdiri didepan rumahnya dengan wajah campur aduk antara khawatir, lega dan tentu marah. Alex meminta maaf, sambil terbata- bata dalam bahasa inggris. Olive hanya bisa menunduk. Ini memang salah nya karena lupa memberi tahu bapak dan mama tentang kepergian nya, ditambah jam pulang nya yang sudah tidak manusiawi untuk ukuran desa kecil mereka. Bapak marah tapi hanya diam dan mengangguk saja. Olive pun buru - buru masuk ke dalam rumah dan langsung mengunci pintu kamarnya. Takut dimarahi lebih lanjut lagi. Sedangkan Alex dan bapak masih terlibat perbincangan yang tidak enak jika didengar intonasinya. Sudah dua hari ini , olive diantar pergi pulang sekolah dan tidak boleh ke mana - mana. Dua hari. Rindu olive pada sosok Alex sudah tak tertahankan. Sesekali lamunannya membawanya kembali ke malam indah itu. Saat alex mengucapkan cinta secara tidak langsung didepan teman - temannya. Olive saat itu nyaris tidak percaya pada pendengaran nya. Mereka memang dekat dan olive senang bisa menghabiskan waktu dengan alex, tapi kata cinta tidak pernah disinggung - singgung sebelumnya. Saat alex mengantarnya pulang, Olive merasakan kaki nya bergetar gugup. Alex tampak sedikit salah tingkah. Meskipun tidak mengucapkan sepatah kata pun hati mereka sedang menjalin suatu ikatan. Ia ingin ngobrol lebih banyak dengan alex, menjelaskan perasaannya pada pria itu. " Bantu mama , liv." Mama menggotong ember berisi ikan kering untuk dijemur. Olive tersadar dari lamunannya dan bergegas membantu mamanya. " Ma, kok pake ember , memang nya panci kita kemana?" " Oh, masih dipinjam sama ibunya samuel." " Wah ....! Ya udah, ma, aku ambilkan dulu ya dirumah nya samuel!" Mata olive bersinar cerah, membayangkan bahwa dia bisa menyelinap untuk mencari alex. " In your dream....." Mama olive berkata, cuek. Olive melongo. " Hah?" siapa yang ngajarin mama bahasa inggris?" " Lidia". Jawab sang mama pendek. Olive langsung lemas. ********* " Saya minta kamu bisa menjauhi putri saya," terdengar suara berbahasa inggris yang lancar, dalam balutan logat timur yang kental milik bapak. Pria bermata hijau di depan nya terlihat cemas, rahangnya mengeras. " Tapi .... kenapa, pak?" " Kamu masih berani bertanya?" " Soal tadi malam? itu kan sudah saya jelaskan bahwa..." " Cukup. Kamu jauhi putri saya mulai sekarang. kalau tidak, kamu terpaksa harus angkat kaki dari tempat ini!" Bapak mulai berbalik meninggalkan anak muda di belakang nya. " Tapi pak, saya menyukai anak Bapak!" Bapak menoleh dengan tatapan mata tajam. " Apapun yang kamu sebut suka,dapat segera menenggelamkan kamu dan putriku dalam pusaran gelombang yang sangat pelik. Saya tidak ingin hal itu sampai terjadi. Saya sangat menyayangi putri saya. Dan saya tidak ingin putri saya sampai terluka karena tetap berhubungan dengan kamu." Bapak pun segera pergi meninggalkan alex seorang diri. Alex memang sengaja ingin menemui ayah dari olive. Tanpa sepengetahuan olive, alex diam - diam memperhatikan nya dari tempat yang jauh. Bersambung.......
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN