episode 5

847 Kata
Bintang - bintang dilangit malam itu bersinar sangat terang. Angin sedang bersahabat. Olive melirik ke sebelah nya, alex sedang asyik memakan ikan bakar yang dibuat oleh teman - teman nya. Olive sudah melupakan perbuatan teman - teman nya alex tadi. Nikmat,, ia mengunyah ikan baronang bakar hasil tangkapan mereka dengan menggunakan sebuah jaring yang mereka pinjam dari nelayan. "Kamu sering kesini ?" "Nggak pernah ! ini kan bukan pantaiku...!" olive menjawab sembari tertawa. "Ah.... tapi ini kan pantai dekat dengan rumahmu, juga tempat kelahiran mu olive....!" Olive pun hanya tersenyum. Alex tidak tahu, semasa kecilnya olive sering sekali bermain di pantai ini. Namun semenjak dibangun nya resort olive merasa ini bukan lah lagi tempat nya bermain.Penjaganya menakutkan. Membuat sebagian pantai seakan dikapling khusus untuk resort mereka saja. "Ya udah aku ngerti deh....," Alex memaklumi setelah melihat olive tersenyum - senyum sendiri. "Hehee.... alex, terkadang ada hal yang tidak bisa dan tidak perlu dijelaskan." "Hai.... lagi pada ngomongin apa sih, kok anteng banget dari tadi duduk disini?" Salah satu sahabat alex, jerry tiba-tiba sudah duduk di belakang mereka sambil mengalungkan tangan nya di leher alex. Dengan agak kimuk olive pun menoleh. "Hai , jerry!" seru olive agak kaku. "Apaan sih jer? gangguin aja nih!" Alex pun menepis tangan jerry. "Makanya kamu ikuti perkembangan party kita dong!" "Loh memangnya kenapa jer?" "Liat aja tuh anak - anak udah pada siap!" Tak jauh dari tempat mereka duduk, teman - temannya alex sedang duduk melingkari api unggun, sepertinya mereka akan memulai sebuah permainan. "Siap mau ngapain?" Olive mulai heran. "Liv, kamu pasti bakalan suka games ini!" Jerry mengedipkan matanya. Olive menatap mereka tak mengerti, bergantian ke arah jerry dan alex. Raut wajah alex sedikit berubah, namun tidak mengatakan apa-apa. "Ayo kita mulai games nya!" Olive kemudian bangkit dari duduknya. Disusul oleh alex dan juga jerry, yang sedikit berlari mengejar keduanya. "Aturan dari games ini, yang udah aku susun siang tadi, antara lain sebagai berikit .....," Ucap Jerry dengan suara yang diberat - beratkan. " Kita akan memutar bintang laut ini sambik bernyanyi kira-kira sekitar 30 detik. Nanti kita pakai timer yang akan berbunyi jika waktu nya habis. Setelah itu, siapapun nanti yang terakhir kali memegang bibtang laut, harus mau dikerjai dan mengakui keinginan juga rahasianya saat ini!" ".... dan satu lagi jangan berbohong!" ucap jerry menambah kan peraturan games nya. "Ok!" Alex dan teman - temannya yang lain pun menyanggupi semua peraturan dalam bermain games ini. Olive yang masih bengong karena cara bicara jerry yang agak cepat, akhirnya dijelaskan kembali dengan bahasa inggris oleh alex. Setelah nya olive mengangguk, permainan pun akhirnya dimulai. Alex, jerry dan kelima temannya mulai menyanyikan lagu dalam bahasa prancis. Olive hanya bisa terbengong - bengong. Beberapa kali bintang laut telah melewati tangan nya. Ketika akhirnya bintang laut itu terdampar di atas tangan jerry, bertepatan dengan bunyi bel dari timernya. Jerry mengerang "why me?" Anak-anak yang lain tertawa keras termasuk alex yang senang sekali melihat jerry menderita. Anak-anak berbisik-bisik, merencanakan rencana jahat untuk jerry, kemudian dengan mata memicing jahat, alex akhirnya selesai melakukan perundingan dan tersenyum jahil ke arah jerry yang tengah duduk dalam keaadaan resah. Olive tersenyum geli melihat mereka seperti itu. Senjata makan tuan. Menjadi korban pertama dalam permainan yang dibuat nya sendiri,, hehhehe "Bon, jerry, permintaan dari kita semua gampang-gampang aja. Kamu harus bisa menghabiskan........" suara alex berubah menjadi dramatis.".....iniiii!" Alex mengeluarkan sebuah pisang tanduk yang super besar, entah dari mana ia bisa mendapat kan nya. Raut wajah jerry memucat dan mengeras di bawah cahaya remang - remang dari obor yang berada di sekeliling nya. Olive yang penasaran berbisik kepada alex, "Memang nya kalo makan pisang apa susahnya sih?" Alex tersenyum menyeringai. "Jerry itu alergi terhadap pisang, dia bisa langsung pilek begitu makan pisang .... apalagi pisang yang sebesar ini hahaha....!" "Siaaal.....," Jerry berteriak sangat kesal. Tapi ia tetap memakan pisang sebesar gajah yang diberikan oleh alex. Anak- anak yang lain berteriak menyemangati jerry agar bisa menghabiskan pisang nya dengan cepat. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya jerry terkapar dengan tangan kanan menggenggam kulit pisang dan tanga kirinya sibuk memegang tissue untuk membersihkan hidung nya yang tiba - tiba saja pilek. "Kenyang gak jer?" Alex tidak dapat menahan rasa geli. Olive merasa kasihan melihat jerry, ia pun beranjak dari tempat duduk nya, dan menghampiri jerry. Berkali - kali olive menanyakan keadaan nya. "Ca va .... aku baik - baik saja....," Jerry mengangkat kedua tangan nya dan membuat tanda 'ok' dengan jempol nya. "Eh.... belum selesai jer!" seru alex sambil menyeringai ke arah jerry. "Rahasia terbesar apa yang sekarang sedang kamu tutup - tutupi?" Jerry menatap alex dan teman nya yang lain dengan ragu- ragu, kemudian menatap satu persatu orang yang berada di sekeliling nya itu. "Uhmm ... kalian tahu kan kalau aslinya ayah ku berasal dari inggris ...," Jawab jerry dengan sedikit terbata. "Dan ....??" Tanya alex berbarengan dengan teman - temannya. "Dan ... mmm .... dan .... na- nama asli ayahku itu ... ada... adalah .... Mr. Bean." "Apaaaaa ..... ???" jawab mereka serentak. "Seriuuuss kamu, jer?" tanya alex kepada jerry yang langsung di setujui oleh teman - teman nya yang lain. Bersambung .....
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN