Sebuah bis pariwisata melewati tapal batas desa Tanah Kebar. Bis besar berwarna merah itu bernomor polisi yang menunjukkan ia telah menempuh setidaknya tiga jam perjalanan untuk tiba di Tanah Kebar. Bis berukuran besar itu memamerkan banner bertuliskan ‘Family Gathering Happyland I’ di bawah kaca depannya. Ia meluncur di jalan aspal menuju obyek wisata yang sedang menjadi trending topik.
Desa wisata Tanah Kebar terkenal karena alamnya yang asri dan indah alami. Desa wisata dikelola secara swadaya oleh masyarakatnya, dengan menonjolkan agrowisata yang sudah pasti menarik bagi orang kota. Didukung dengan fasilitas yang terus dilengkapi, ia banyak dikunjungi turis lokal maupun internasional.
Bis itu memuat 55 peserta tur, 2 kru bis, 1 tour leader (TL), dan seorang gadis cantik yang bertugas sebagai tour guide. Peserta tur adalah GM Happyland I beserta istri, para pemimpin divisi atau yang mewakili beserta keluarga, perwakilan direksi beserta keluarga, dan tiga orang office boy (OB) yang bertugas membantu keperluan peserta lain.
“Happyland Fam, kita telah memasuki desa wisata Tanah Kebar. Dapat rekan-rekan lihat, desa ini masih asri. 90% penduduknya bekerja sebagai petani, namun telah memiliki pemikiran yang moderen dan secara mandiri mengelola desanya menjadi Agrowisata. Nanti kita dapat berkunjung ke kebun sayuran, kebun strawberry, dan kebun jambu. Jika beruntung, kita bisa ikut memanen selada air, menangkap ikan, atau memandikan kerbau. Bapak-ibu memiliki waktu dua jam bersama saya berkeliling. Setelah itu, bapak dan ibu akan kami arahkan menuju area play ground, dimana bapak-ibu akan dipandu oleh instruktur outbond. Setelah outbond selesai, bapak-ibu bisa berkegiatan bebas, baik untuk makan makanan tradisional, selfi dengan latar belakang pemandangan yang indah, dan menikmati kolam renang. Nanti jam 2 siang kita berkumpul kembali di bis ini untuk melanjutkan kegiatan berikutnya.”
Amy, guide cantik itu berhenti sambil tersenyum menerima tepuk tangan dan sambutan meriah dari nyaris 55 peserta tur.
“Ada pertanyaan?” tanya Amy.
Salah satu ibu mengangkat tangan.
“Mbak Amy sudah punya pacar?”
Gerrrr! Seisi bis tertawa mendengar pertanyaan itu. Si Ibu yang bertanya tersenyum sambil melirik putranya yang tersipu-sipu. Amy tersenyum. Lesung pipi di kedua sisi wajah menambah kecantikannya menjadi dua kali lipat.
“Ah ibu. Saya jadi tidak enak karena masih jomblo,” jawab Amy.
Berbagai suara kembali terdengar menggoda si Ibu. Amy tertawa pelan sambil berbalik melihat lokasi mereka. Ia berdehem untuk menarik perhatian peserta. Setelah tenang, ia berkata:
“Happyland Fam silahkan bersiap. Selain pakaian ganti, harap barang berharga dibawa. Mohon tidak membawa makanan kemasan plastik. Bapak dan ibu tidak perlu khawatir, jika haus, di setiap rumah warga disediakan air minum dalam kendi yang segar. Jika lapar, di rumah manapun Bapak dan Ibu boleh menumpang makan. Selain itu, makanan kemasan plastik akan disita dan harus ditinggal di meja resepsionis. Selamat menikmati desa wisata Tanah Kebar.”
Amy menutup pengantarnya. Ia menggulung kabel pengeras suara dan meletakkannya di sebelah sopir. Ia melangkah menuruni tangga dan berdiri di pintu depan, menunggu bis berhenti.
“Kamu ikut turun?” tanya Amy pada kenek bis.
“Enggak ah. Kamu saja. Aku ijin tidur di sini, ya, Am.”
Amy tertawa. Sudah hafal dengan kelakuan rekan kerjanya itu.