Panggilan darurat

939 Kata

Arga melangkah keluar dari apartemen Davin dengan hati yang terasa hampa. Pintu yang menutup di belakangnya seolah menutup kesempatan terakhir untuk menolong tuannya saat itu juga. Namun, menyerah bukanlah pilihan. Meski Davin sendiri yang memintanya untuk menjauh, Arga tahu bahwa pria itu sedang terjebak dalam jeratan yang lebih gelap dari sekadar ancaman. Dingin suasana pagi menyambut langkahnya di lorong apartemen. Arga berhenti sejenak, menunduk, mengepalkan tangan hingga buku-buku jarinya memutih. “Tidak… aku tidak bisa hanya diam. Aku harus menemukan jalan lain,” gumamnya, berusaha menguatkan diri. Dan jalan itu hanya ada satu: Lexsa. Arga tahu, jika ada seseorang yang mampu menembus tembok tinggi yang dibangun Nyonya Victoria dan Clara, maka orang itu adalah Lexsa. Hanya gadis it

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN