Teror miss clara

1003 Kata

Arga berlari kecil keluar dari rumahnya, wajahnya dipenuhi penyesalan. Nafasnya memburu karena panik. “Aku benar-benar bodoh! Bagaimana bisa aku sampai melupakan obat untuk Tuan Davin?” gumamnya, sambil memukul dahinya sendiri dengan jengkel. Tangannya buru-buru meraih kunci mobil yang tergantung di dinding garasi. Ia membuka pintu mobilnya dengan terburu, masuk, lalu menyalakan mesin. Suara deru mobil seakan menegaskan kecemasannya. Ban mobil berdecit saat ia melaju keluar dari pekarangan rumah. Perjalanan menuju apartemen Davin hanya sekitar dua puluh menit, namun bagi Arga, waktu itu terasa sangat panjang. Berkali-kali ia melirik tas kecil di kursi penumpang tempat obat-obatan khusus Davin tersimpan yang dititipkan Lexsa semalam. “Kalau saja aku tidak lupa membawanya… semoga Tuan Davi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN