Bab 6 Kembali Anfal

1646 Kata
Watson memandangi Hansen yang terbaring pingsan dengan memakai masker oksigen dan alat elektroda di kening dan kepala. Putranya dilarikan Joey ke WS Hospital, sebab mendadak pingsan di depan pagar belakang perguruan kungfu milik Steven. Pria ini menghela napas, putra sulung dia sejak Emina meninggal, mengalami banyak percobaan pembunuhan, tapi Tuhan selalu memberikan pertolongan. Kemudian memberi fisik yang kuat ke sang anak dan otak cerdas. Hansen selalu lulus cumloude di sekolah, lantas usia muda sudah mengantongi gelar sarjana strata dua. Kemampuan pria ini dalam berbisnis dan mengelola perusahaan pun sangat baik, sehingga dipercaya menjabat sebagai CEO. Kemudian, dari kecil, putranya giat berlatih kungfu dan beberapa senjata, sehingga memiliki kemampuan bela diri yang bagus. Baru kemarin, si anak mendapat celaka yang membuat kehilangan ingatan, tapi dokter belum tahu apa yang penyebabnya, sebab selama ini, meski terkena benturan atau pukulan di kepala, tidak membuat kehilangan ingatan. Sementara di luar kamar, Lydia-istri kedua Watson yang menjadi nyonya utama datang bersama Mike, sebab Andreas-asisten pria itu memberi kabar bahwa Hansen kembali dirawat intensif. Perempuan berparas cantik dengan make up sedikit tebal turun dari Rolls-Royce Phantom yang berhenti di depan teras pintu masuk utama WS Hospital. Penampilannya elegan dalam balutan kemeja, blazer, dan rok span a-line. Rambut panjang beliau disanggul cepol bawah dan dihias tusuk konde bermata giok hijau senada dengan stelan blazer dan rok ditubuhnya. Kemudian, Mike, putra tunggal dia dengan Watson mendekati, mengulurkan tangan untuk tempat telapak tangan dia. Dia tersenyum, meletakan tangan di sana, lantas melangkah bersama si anak. Usia Mike muda dua tahun dari Hansen, parasnya tampan dengan mata sedikit sipit dan alis tebal. Wajah tampan terlihat ambisius dan arogan, sebab Lydia meminta Watson menjadikan dia sebagai presiden direktur WS Group, karena Lydia adalah nyonya utama. Tapi saying, sampai sekarang, dia belum juga lulus kuliah strata satu, karena merasa tanpa pendidikan tinggi, dia akan menjadi presiden direktur. “Ma-“ pelan Mike menegur Lydia, “Apa ada kabar dari Dion mengenai siapa yang dulu menyelamatkan Hans?” ditanya sang ibu. Lydia terdiam, lantas menghela napas, “Belum.” sahutnya singkat. “Apa Dion juga belum tahu siapa yang menyerang Hans kedua kalinya? Karena bukan orang kita yang melakukan, sebab di mana Hans saja kita tidak tahu setelah dia menghilang.” Mendengar ini, wajah Lydia sedikit berubah masam. Saat Joey menemukan Hansen, Watson menuduh dia yang melakukan kejadian di gang jalan buntu. Dia membantah, karena bukan dia pelakunya. Bantahan yang jujur, tidak seperti saat Hansen menghilang, dia berbohong. Hansen menghilang karena dia menyuruh orang membunuh anak tiri tersebut. “Belum-“ dia menjawab singkat, “S****n mereka itu-“ dimaki orang-orang yang mencelakai Hansen dan Yolanda, “Bikin ulah yang membuat Mama kena tuduh Papa.” Dia merasa marah karena mendapat getah pahit dari perbuatan segerombolan orang tersebut. “Semoga Dion cepat menemukan mereka!” dia berharap, “Mama ingin menguliti mereka.” Kembali ke kamar perawatan Hansen yang dibikin seperti ruang ICU, sebab peralatan medis untuk pasien ICU dibawa kemari. Watson menghela napas, teringat pembicaraan dia dan Joey saat Hansen ditangani dokter IGD. “Hans menikah saat hilang ingatan?” Watson memandang Joey dengan heran, sebab asisten putranya menceritakan apa yang dialami Hansen sebelum pingsan, “Nama istrinya, Yolanda Cheng?” Joey menganggukan kepala, “Benar, Tuan, itu yang saya dengar dari Tuan Sulung.” Saat Yolanda menyelamatkan Hansen, mengenalkan diri bernama Yolanda Cheng, agar kelak Hansen tidak mencari dia ke rumah Joseph sekiranya dia menyebut diri Yolanda Candara. Yolanda tidak mau Norman mencelakai atau memanfaatkan Hansen. Sebenarnya, nama Yolanda Cheng dari Steven, untuk legitimasi dia keturunan Cina. Lantas, Steven pun memberi kartu identitas khusus dengan nama itu ketika Norman menjadikan dia pembantu. Jika dia keluar menemui Steven, maka identitas dia adalah Yolanda Cheng, agar semisal ada yang mencelakai dia sebelum sampai ke Steven, orang yang menolong membawa dia ke Steven, bukan ke Norman. Sebab kalau ke Norman, dipastikan dia tidak diobatin, dibiarkan terluka sampai meninggal. “Istrinya itu yang menyelamatkan dia-“ Watson bicara lagi, “Saat dia terluka parah dan kehilangan ingatan?” dipandangi Joey. Joey menganggukan kepala, “Itu yang saya dengar saat Tuan Sulung bersikeras ke alamat rumah Nyonya muda yang beliau dapat dari catatan sipil.” Setelah bertemu Flaun, di mana diberi alamat perguruan kungfu, Hansen bersikeras ke sana untuk bertemu Yolanda. Tapi saat sampai, Hansen merasa salah alamat, karena yang dilihat bagian depan perguruan. Kemudian Hansen menyisiri ke sekitar perguruan, sampailah ke gerbang belakang. Di sana lah Hansen melihat saat Yolanda dengan susah payah menurunkan dia dari gerobak, lantas dipapah masuk ke dalam, kemudian mulai membersihkan dan mengobati semua luka dipermukaan kulit badan dia. Akibat melihat semua hal tersebut, kepala dia terasa sangat sakit, lantas jatuh pingsan. Tidak sempat mengetuk gerbang untuk bertemu Yolanda. “Baik, saya paham-“ Watson mengerti semua cerita Joey, “Kamu, coba ke sana diam-diam-“ dia memberi instruksi, “Cari tahu, apa Yolanda Cheng memang tinggal di sana,dan apa dia ada. Jika ada, Kamu bawa dia ke saya.” Joey menganggukan kepala, menerima perintah tuan besar ini. Watson kembali menghela napas, pelan tangan kanannya membelai lembut kepala Hansen. ‘Hans-‘ dia bicara dalam hati, ‘Kamu tenang ya, Papa bantu Kamu menemukan Yolanda Cheng istrimu itu, dan membawa dia kembali kepelukanmu. Karena kata Joey, perempuan tersebut dewi penyelamat nyawamu yang membuatmu jatuh cinta sangat dalam ke dia.’ Dia berjanji membantu Hansen menemukan Yolanda. Tok..Tok.. Terdengar ketukan di pintu kamar yang terbuka lebar. Watson berhenti membelai saying kepala putra sulung ini, mengalihkan pandangan, sebab setelah suara ketukan, tidak ada suara Andreas bicara sama orang yang mengetuk pintu. Kini kedua mata dia melihat Lydia dan Mike melangkah mendekati dia dikawal Magnum-asisten Lydia, Baldi-asisten Mike, dan Andreas. Joey tidak ada karena sedang mengerjakan tugas dari Watson. Tuan besar ini menghela napas, sedikit menyesal sebab Lydia selama ini bermuka dua. Di depan dia, bersikap baik ke Hansen, tapi dibelakang berupaya menyingkirkan Hansen. Malah dia curiga Emina istri pertama dia yang ibu kandung Hansen dibunuh Lydia. Lydia dan Mike tiba dihadapan Watson, lantas mereka berdua mencium saying kedua pipi pria itu, baru Lydia duduk di kursi yang disediakan Andreas. “Pa-“ Lydia menegur suaminya, “Hans kenapa? Bukan kah kondisi dia sudah membaik?” “Kondisi dia-“ Watson menanggapi, “Dia tadi memaksa untuk mengerjakan tugasnya sebagai CEO, jadi kelelahan, lantas pingsan.” Dikarang satu cerita agar Lydia dan Mike tidak tahu bahwa Hansen pingsan diluar rumah. Beruntungnya, rumah Watson terbagi menjadi beberapa rumah yang untuk tempat tinggal Emina dan Hansen, kediaman para asisten, mess pembantu dan ajudan. Watson, Lydia, dan Mike tinggal di rumah utama. Saat Hansen diperbolehkan melanjutkan pengobatan di rumah, langsung dibawa ke rumah Emina tersebut. Lantas Watson tidak mengizinkan Lydia, Mike, dan para pekerja kedua orang itu ke rumah Emina. Memang tidak pernah diizinkan, semenjak dia menjadikan Emina sebagai istri kedua dan diberi rumah sendiri. “Pa-“ Mike menegur Watson, “Hans sudah ke kantor WS Group?” lantas bertanya, sebab sang ayah mengatakan Hansen mengerjakan tugas sebagai CEO perusahaan. “Belum, Mike-“ Watson memberi jawaban, “Hans mengerjakan di kamar dia.” “I see.” Mike paham, sebab jika Hansen ke WS Group, pasti bertemu dia dan Lydia. “Papa-“ Lydia menyentuh tangan Watson, “Baiknya Papa kasih posisi CEO ke Mike, agar Hans memulihkan diri dengan tenang.” Meminta suami memberikan kursi CEO ke Mike. Mendengar ini, wajah Mike sedikit masam. Dia maunya kursi presiden direktur. “Lydia-“ Watson tersenyum, wajahnya tenang, “Mike belum lulus kuliah, jadi Papa tidak bisa memberi dia posisi sebagai CEO.” Ujarnya menolak permintaan Lydia, “Biar dia membantumu di LS Corp.” Dalam WS Group ada LS Corp milik Lydia yang bergerak di bisnis butik dan perhiasaan, berkantor di gedung perusahaan milik Watson tersebut. Watson yang membangun perusahaan itu, agar Lydia tidak ikut campur di WS Group. Lantas karena Mike belum lulus kuliah, maka Watson menyuruh putra kedua itu membantu Lydia di LS Corp. Dalihnya agar kelak Mike paham bagaimana berbisnis dan mengelola perusahaan, baru bisa mendapat posisi presidn direktur di WS Group. Mendengar ini, Lydia menarik tangan dari tangan Watson, wajah dia tampak kesal. Mike yang diharapkan mendapat kursi presiden direktur belum juga lulus kuliah. Salah dia mengapa memanjakan Mike dari kecil, kurang mempush putranya giat belajar. Wajah Mike merenggut, kena sindiran lagi dari Watson, lantas, “Papa-“ Mike bicara, “Aku tidak minat lagi kuliah.” Ujarnya kesal, “Aku ingin langsung kerja di WS Group.” “Tidak bisa!” Watson menukas tegas, “WS Group bukan LS Corp, yang menerima pekerja malas menyelesaikan kuliah.” Kembali menyindir sang anak, “Sudah!” diacungkan tangan ke atas, “Keputusan Papa mutlak, titik, habis perkara!” dia tidak mau diprotes lagi. Mike hendak protes, tapi Lydia cepat bicara. “Sudah, sudah-“ sang ibu mendelikan kedua mata sedikit membesar ke Mike, minta si anak tidak protes, “Papa-“ ditegur Watson, “Apa Papa sudah menemukan pelaku yang mencelakai Hans, baik yang saat dia kehilangan ingatan, juga dia ditemukan Joey?” mengalihkan pembicaraan. Watson membatin dengan wajah sedikit kesal, ‘Kamu dan Mike ingin saya jebloskan ke penjara kah?’ tanyanya sebab Lydia bertanya apa dia sudah menemukan semua pelaku yang mencelakai Hansen. *** Joey memberikan sehelai kartu nama berwarna hijau dengan tulisan perak ke Watson. Mereka berbincang di ruang kerja pria tersebut di WS Hospital. Hansen dijaga Andreas setelah Lydia dan Mike kembali ke gedung WS Group. Watson membaca sejenak tulisan di kartu nama tersebut sambil diamati dengan teliti, baru kemudian dia melihat ke Joey. “Tuan-“ Joey bicara, “Saat Saya ke sana-“ mulai memberi penjelasan hasil dari pekerjaan yang ditugaskan Watson, “Saya ditemui pria bernama Juan Tang, beliau memberi kartu nama ini untuk saya sampaikan ke Anda.” “Orang di kartu nama ini-“ Watson memperlihatkan kartu nama ditangannya, “Yang bisa menjelaskan siapa dan di mana Yolanda Cheng?” Joey menganggukan kepala, “Tuan, Anda akan menemui beliau kah?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN