Bab 9 Percintaan Yang Pilu

1920 Kata
Watson menghela napas, merasa ngilu mendengar cerita Hansen itu. Putra sulungnya mendapat cedera sangat parah, sehingga seluruh tubuh di perban, lantas kehilangan ingatan pula. Dia merasa yakin pasti Lydia dan Mike yang melakukan perbuatan tersebut ke Hansen. Mengapa kedua manusia itu tidak melepas Hansen, padahal sudah diberi kedudukan tinggi? Bahkan tinggal bersama dia di rumah utama? “Papa─” Hansen menegur Watson, sampai sang ayah melihat ke dia,“Papa, izinkan Hans mencari Yolanda.” Dia meminta izin mencari Yolanda, “Dia yang menyelamatkan Hans, dan sudah Hans nikahi secara resmi.” “Dengan nama Viktor, Kamu menikahi dia?” Watson belum memberi keputusan mengizinkan atau tidak. “Joey yang bilang namamu Viktor saat Kamu kehilangan ingatan.” Imbuh dia sebab tersadar kelepasan omong mengenai nama tersebut, ditunjuk Joey. Dia tahu nama itu dari Steven. “Papa, hal itu bisa Hans rubah di catatan sipil.” Hansen bicara, “Yang terpenting adalah menemukan Yolanda dan membawa dia tinggal bersama Hans.” Ujarnya tetap bertekad menemukan sang istri, “Juga demi benih Hans dalam rahimnya.” “Apa maksudmu?” Watson pura-pura kaget, padahal Steven sudah mengatakan Hansen menyentuh Yolanda sebelum menikah. Ternyata si anak tokcer, Yolanda langsung hamil. “Papa, Hans menyentuh dia sebelum menikahi dia.” Hansen entah mengapa memberi jawaban itu, lantas pelupuk mata melihat malam di mana dia memadu asmara panas sama Yolanda. Bibir dia pun menceritakan peristiwa tersebut. Hansen mengamati Yolanda yang mengajari dia menulis aksara Cina di sehelai kertas polos. Sang nona selain mengobati luka-luka, juga menerapi dia, salah satunya menulis. Kini menulis aksara Cina. Yolanda merasa diamati, berhenti menulis, lantas mengalihkan pandangan ke Hansen. “Viktor─” ditegurnya, “Ada apa?” lantas bertanya, “Apa Kamu merasa penat belajar?” menebak sang CEO penat belajar. Hansen tersenyum, pelan satu tangan mengambil pena lukis dari tangan Yolanda, diletakan di tepi kotak batu berisi tinta, lantas tangannya mengusap lembut wajah cantik sang nona. Kedua manik terlihat penuh cinta. “Viktor?” Yolanda merasa aneh, sekaligus hati berdebar, “Kamu kenapa?” “Kamu─” Hansen tidak memberi jawaban, “Sudah punya pacar atau suami?” entah mengapa bertanya status Yolanda. Membuat Yolanda terkaget, lantas menggeleng. “Tidak keduanya.” Sahut si nona, “Viktor, Aku ini pembantu yang hanya boleh keluar ke rumah Yeye Aku.” Dia menceritakan keadaannya, “Jadi mana mungkin punya pacar atau suami.” “Kamu pembantu?” Hansen terheran mendengar ini, “Tapi aura Kamu tidak menunjukan itu.” Dia meragukan cerita Yolanda, “Apalagi Kamu mengatakan kita berada di perguruan kungfu milik kakekmu yang luas ini.” Yolanda menghela napas, “Ceritanya panjang, Viktor.” Dia memasang senyum di wajah, tapi tampak getir. “Yang jelas, sejak Papaku meninggal, aku dan ibuku menjadi pembantu di rumah papaku.” “Maksudmu?” “Viktor, rumah itu diambil adik Papaku, Aku dan Mamaku jadi pembantu di sana.” Mendengar ini, Viktor terperanjat, “Pamanmu yang melakukan itu?” Yolanda pelan menganggukan kepala, “Sudahlah─” dia tidak ingin membahas lebih jauh, “Kenapa Kamu tanya apa aku punya pacar atau suami?” dia mengembalikan tema pembicaraan. Hansen menghela napas, hati dia terasa sakit, sebab Yolanda dan sang ibu dijadikan pembantu sama adik ipar si ibu. Pelan diambil tangan kanan si nona, ditempelkan ke d***. “Di sini─” dia bicara sambil memandang Yolanda yang menatap dia dengan heran, “Aku merasakan cinta datang.” Dia mengungkapkan isi hati, “Bersediakah Kamu menikah denganku yang mencintaimu?” lantas meminang sang nona. Kedua mata Yolanda membesar, “Kamu melamarku jadi istrimu?” Hansen menganggukan kepala, “Meski Aku belum ingat identitas asliku karena kehilangan dompet yang ada kartu identitas,” ujarnya, “Tapi Aku bisa kamu andalkan menjadi tempatmu dan ibumu bersandar. Jadi Kalian tidak perlu jadi pembantu lagi.” “Kamu melamarku karena cinta atau kasihan?” “Cinta.” Hansen memberi jawaban tegas, “Kamu menyelamatkanku, mengobatiku, dan mengurusku. Semua yang kamu lakukan membuatku jatuh cinta ke kamu, ingin menikahimu.” “Tapi aku hanya pembantu dan pendidikan sampai sekolah lanjutan menengah saja.” Yolanda menjadi resah, “Sedangkan Kamu, aku yakin dari keluarga berada dan pendidikan sangat tinggi.” “Aku tidak perduli semua itu, lagipula aku kehilangan ingatanku. Yang ada hanya Viktor, pria biasa, dan sungguh ingin menikah sama Kamu. Aku mau membuka lembaran baru bersamamu.” “Kamu tidak ingin kembali ke keluargamu?” Hansen menggelengkan kepala, “Aku merasa jika ingatanku pulih, punya keluarga yang mengerikan. Aku yakin semua lukaku kemarin karena keluargaku.” Yolanda menghela napas, sebab saat kondisi Hansen masih buruk, pria ini seringkali bermimpi buruk, dan ketika ditanya mimpi apa, si pria mengatakan hendak dibunuh oleh orang yang berbeda-beda. “Yola─” Hansen menegur Yolanda, “Menikahlah sama Aku, dan biarkan Aku membahagiakan Kamu dalam sosok baruku ini.” Yolanda kembali menghela napas, sejujurnya dia pun jatuh cinta sama Hansen, tapi disimpan saja, karena dia menyadari tidak satu level sama pria tersebut yang diduga dari keluarga berada. Padahal, dia sendiri dari orangtua yang kaya raya, hanya saja sejak sang ayah meninggal, Norman menjadikan dia dan Mona sebagai pembantu. Tapi kan ada Steven, ayah Mona, yang konglomerat misterius. Steven memberi mereka derajat tinggi sebagai Nyonya dan Nona besar di perguruan kungfu. Yolanda memandang Hansen, tampak pria itu berharap dia menyetujui pinangan tersebut, lantas menganggukan kepala. Dia merasa tidak ada salahnya menikah, siapa tahu dengan itu, Norman melepasnya dan Mona. Lantas dia bisa minta ke Steven, mereka bertiga boleh tinggal di perguruan ini. Mendengar jawaban ini, Hansen menjadi lega, diraih tekuk Yolanda, lantas mencium bibir calon istrinya. Di dekap pula tubuh sang nona. Yolanda tercenung, untuk pertama kali bibir dicium pria, membuat hatinya berdebar hebat. Hansen melepas ciuman, berdiri, lantas menarik tubuh Yolanda berdiri, lalu digendongnya. Dibawa ke ranjang, dan melanjutkan kemesraan di sana. Dia tidak bisa menahan rasa cinta saat ini. Watson menghela napas mendengar ini. Dia belum pernah bertemu Yolanda, tapi dari foto si nona, dia tahu gadis tersebut punya aura sensual yang membuat Hansen tidak bisa menahan hasrat. Steven pun membenarkan apa yang dia lihat, sebab ketika Yolanda remaja, aura tersebut keluar, dan beberapa kali cucunya nyaris diperkosa Norman. Norman terkena aura itu, sehingga ingin menikmati si cucu. Beruntung Tuhan menjaga kesucian Yolanda, Norman tidak berhasil merenggutnya, tapi membuat Yolanda dianiaya Isala. Isala mengira Yolanda menggoda Norman. “Papa─” Hansen menegur Watson, “Maafkan Hans, karena saat itu, Hans menyentuh Yola sebelum Hans menikahi dia.” “Tidak masalah, Hans.” Watson menepuk sekali pundak kanan Hansen, “Kamu sudah kepicut sama dia, dan mungkin dalam benakmu, dengan menyentuh dia, bisa membuatmu menikahi dia.” “Iya, Papa─” Hansen membenarkan, “Hans kadung cinta, tidak mau kehilangan dia. Lantas Hans ingin membebaskan dia dan ibunya dari paman dia. Lalu Hans berharap mendapat keturunan dari dia.” Mendengar ini Watson membatin, ‘Harapanmu yang terakhir dikabulkan Tuhan.’ Ujarnya, ‘Kamu diberi anak perempuan sangat cantik dan diberi six sense istimewa sama Tuhan.’ Steven sudah menceritakan bahwa Donita dilahirkan istimewa, tapi keistimewaan itu belum keluar, musti menunggu si anak berusia satu tahun. Saat tersebut tiba, maka Steven melatih six sense sang anak. “Jadi─” Watson bicara, “Kamu merasa menitip benih dalam rahim dia karena gairah semalam kalian?” Hansen menganggukan kepala, “Karena, sebelum Hans melihat dia kena tikam belati hingga tewas, dia berjuang melahirkan anak kami.” “Dalam mimpimu?” Hansen menganggukan kepala. ‘Fucin* benar─’ Watson membatin lagi, ‘Cinta Hans yang dalam untuk Yolanda, membuat Yolanda memberitahu keadaan Yolanda melalui mimpi Hans.’ Dia teringat Steven memberi jawaban mengapa Hansen melihat ajal menjemput Yolanda, ‘Tapi, Aku tidak bisa mengatakan yang dilihat benar, sebab kondisi kesehatan anakku masih belum pulih. Lantas ada Lydia dan Mike. Anak dan cucuku bisa dihabisi kedua manusia itu.’ *** Steven tersenyum saat Watson menggendong Donita, dan siap naik ke mobil Steven yang terparkir di roof top kantor pria itu. Hari ini Watson datang minta izin membawa Donita untuk belanja. Si kakek ingin bersenang-senang sama Donita, untuk menghibur hati yang pilu karena Hansen masih rawat inap, dan Yolanda sudah meninggal. Steven memberi izin, asalkan Juan, Alvian, dan beberapa ajudan dia ikut. Ini pun karena Juan yang ditugaskan mengasuh Donita, sebab si cucu lengket ke Juan. Meski dekat juga sama Almira. “Bye-bye Zu Yeye─!” terdengar seruan Watson ke Steven, dimana dia sambil melambaikan tangan mungil Donita, “Donita pergi dulu sama Opa, mau senang-senang.” Steven tersenyum geli, dibalas lambaian tangan itu, “Oke, sayang!” dibalas seruan Watson, “Selamat bersenang-senang sama Opa ya! Jangan lupa nanti bawakan tekwan untuk Zu Yeye!” dia dengan konyol minta dibawakan oleh-oleh sama Donita. Watson melongo, lantas berseru. “Zu Yeye!” dipanggil Steven, “Pengen tekwan?” Steven menganggukan kepala, “Juan tahu tempat Opa biasa beli tekwan!” dia pun menunjuk Juan yang disisi Watson, “Opa tolong belikan ya, nanti uangnya Zu Yeye ganti!” kekehnya. “Beres!” Watson menyahut riang, cuman beli tekwan sih kecil untuk dia yang billionaire. Lantas masuk ke dalam mobil bersama Donita, kemudian Juan menutup pintu mobil, gegas, ke pintu lain kabin penumpang, naik ke dalam kereta tersebut. Bersamaan dengan itu, Joey dan Alvian masuk ke dalam kabin kemudi. Alvian yang mengemudi mobil Steven, sebab kereta itu berbeda dari mobil kebanyakan, sudah di upgrade canggih seperti mobil Knight Rider. Lantas di belakang mobil, para ajudan Steven naik ke mobil ajudan. Tidak lama kedua mobil meluncur meninggalkan roof top, masuk ke dalam lorong yang berada di sebelah hangar helicopter. Dari lorong itu bisa langsung menuju jalan raya. Watson di dalam mobil melihat semua ini, menghela napas, merasa Steven bukan pengusaha dan guru kungfu saja, tapi bekerja di badan inteligen, sebab memiliki jalan rahasia untuk mobil. Dia belum sampai seperti itu, sebab hanya pengusaha biasa yang punya kemampuan kungfu. *** Di dalam satu ruang kerja di LS Corp, tampak Lydia dan Mike duduk santai di sofa. Ruangan itu adalah tempat Lydia bekerja sebagai CEO. Di depan mereka ada Carlos, mata-mata si nyonya. Lantas ada pula Sunil-asisten Lydia, dan Yunto-asisten Mike. “Apa katamu?” suara Lydia terdengar heran, “Watson dan Joey pergi dengan helicopter bukan milik Watson?” tanyanya menatap Carlos, Si mata-mata melaporkan melihat Watson dan Joey pergi dengan helicopter bukan milik Watson. “Apa Kamu─” Lydia bicara lagi, “Sudah bertanya ke staf di menara roof top WS Hospital, milik siapa helicopter itu?” memberi pertanyaan baru. Seperti halnya Steven, Watson juga menjadikan roof top kantor WS Group, WS Hospital dan beberapa cabang perusahaan sebagai tempat landasan helicopter pribadi dan milik klien. Di roof top tersebut ada menara pengawas. “Sudah, Nyonya.” Carlos menganggukan kepala, “Tapi mereka bilang tidak tahu helicopter milik siapa.” “Maksud kamu apa nih?” “Nyonya, mereka semua tahu kalau ada helicopter asing membawa Tuan besar dan Pak Joey dari WS Hospital.” Lydia tercengang. Setahu dia, setiap burung besi yang datang, pasti para petugas tahu, sebab pilot akan mengabari. Semua yang terjadi karena Steven menyuruh Alvian membajak menara pengawas. Staf di sana diganti sama orangnya Alvian, otomatis membuat helicopter kakek Yolanda itu tidak diketahui kedatangan dan kepulangan di roof top WS Hospital. “Mama─!” Mike menegur Lydia, “Ngga usah Mama heran.” Ujarnya santai, “Papa kan suka pergi dengan misterius sama asistennya Hans atau asisten beliau sendiri.” Mendengar ini Lydia menghela napas, itu benar, Watson memang suka pergi diam-diam, tapi kan pakai kendaraan sendiri, bukan dengan kendaraan asing. Dia jadi penasaran, ingin tahu apa yang dilakukan sang suami, sebab sejak Hansen ditemukan, suami menjadi misterius dan dingin ke dia dan Mike.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN