BAB 13 : Kekhawatiran Kecil

1054 Kata
Zico menatap layar ponselnya, melihat ponselnya bolak-balik. sebenarnya pagi itu ia ingin kerumah besar. ingin melihat keadaan wanita itu sekaligus membujuk mamanya. Namun karena ia ingat wanita itu begitu takut dan membencinha, akhirnya Zico mengurungkan niatnya. dia hanya bisa menyuruh asistennya untuk pergi ke rumah itu dan memberikan kartu ATM padanya. Zico mendapat kabar dari Nathan kalau mamanya bersedia menerima wanita itu dirumah besar untuk sementara waktu. Zico begitu kega mendengarnya. dia berharap semoga mamanya memperlakukannya dengan baik. karena merasa dirumah itu yang berpihak hanya Nathan, akhirnya Zico memilih untuk menghubungi saudara ke duanya itu. "Ada apa Zi.? " "bang, gue mau tanya gimana kabar dia bang..? " "kalau lu begitu khawatir sama dia, lu lihat aja langsung sendiri. ngapain nanyain ke gue.? emang gue gak ada kerjaan.?? " "kan dia takut ama gue, gimana gue mau lihat dia bang. ?" "itumah urusan elu. udah, gue masih banyak kerjaan kalau elu khwatir banget, hubungin kakak-kakak ipar elu aja. mereka kan di rumah, bisa lu minta jagain istri Elu... " "Istri apaan sih bang.?suka ngawur kalau ngomong. " "lah elu khwatir banget sama cewek itu. kayak suami yang lagi khwatir sama istrinya... " "karena dia lagi hamil anak gue, makanya gue kepikiran bang. gue mikirin anak gue sendiri, gak mikirin dia bang. " "aalaah, cari alasan aja lu, ya udah gue lanjut kerja dulu. "dan Nathan pun lansung menutup telpon mereka. menyisahkan Zico yang masih kebingungan. akhirnya ia memutuskan untuk memanggil Gery ke ruangannya. "ada yang bisa saya bantu pak.? " "bagaimana kondisinya.? "nona Tanisha baik-baik saja pak.! " "bagaimana ekspresinya.? " "maksudnya pak.?? " "sedih, senang dan lain-lain kah? kenapa aku harus menjelaskan panjang lebar. !? tidakkah kamu mengerti maksudku.?? " "dia terlihat bingung pak, tapi dia mau menerima kartu yang bapak berikan.. " "oh begitu... ? apakah dia sudah mandi? baju apa yang di pakainya.?" tanya Zico tanpa berpikir membuat asisten Gery bingung dengan pertanyaan-pertanyaan yang di lontarkan bosnya itu. "eh.., ehm... saya kurang tahu pak, tapi untuk baju yang di pakai sepertinya baju yang semalam pak.. " "hah..! seharunya saya melempar barang-barangnya di tempat sampah. kenapa dia memakai baju jelek itu.?! " Zico bergumam sendiri membuat Gery berpikir kalau bosnya sebegitu ingin tahu dan khwatir dengan gadis itu. kenapa tidak pergi untuk melihatnya saja.?? "ya sudah, kamu boleh keluar..! " "baik pak. " sepeninggalnya Gery, Zico mulai sibuk dengan pikirannya sendiri. kehadiran wanita itu dan bayinya sungguh membuatnya tidak bida berkonsentrasi dalam bekerja. banyak pekerjaan yang menjadi terbengkalai. pikirannya menjadi pecah dan tidak lagi bisa fokus, meskipun sudah berhasil membuat wanita itu tinggal dirumah besar. entah mengapa dia menjadi tidak tenang. dia khwatir wanita itu mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari orang-orang di sana. mama pasti akan memperlakukannya dengan baik bukan.? ada cucunya di perut wanita itu, tidak mungkin mama bersikap tidak adil padanya. Zico menghela nafas berat, dia begitu bingung harus bersikap seperti apa. dilain waktu di berusaha membuat wanita itu bisa tinggal dirumah besar, namun setelah berhasil dia malah khwatir dengan kondisinya. mengapa pikirannya menjadi plin-plan seperti ini. sebenarnya menghubungi kedua kakak iparnya sedikit menurungkan harga dirinya, selama ini ia dikenal dingin terhadap kakak-kakak iparnya. sepertinya hal itu tidak akan berlaku lagi. dengan terpakai Zico menghubungi Qintan istri dari Nathan yang di nilainya lebih bisa di ajak berkomunikasi di bandingkan Retha istri Erick. setelah basa-basi yang sedikit kaku, dengan menurungkan harga dirinya. Zico meminta bantuan Qintan untuk menjaga Nisha. meskipun sedikit terkejut, namun akhirnya Qintan menyanggupinya. selesai menghubungi Qintan, Zico mengirim pesan pada Nisha yang sama sekali belum membaca pesannya dari semalam. *** Nisha mendekati Azizah dan Tutik yang tidak jauh duduk darinya. selama beberapa bulan kedepan dia akan tinggal di rumah itu, maka setidaknya dia harus mengakrabkan diri dengan para penghuni rumah itu. bila para nyonya dan tuan tidak bisa menerimanya, setidaknya ia bisa mendekata bawahan mereka bukan.? "kak, saya sudah selesai mengerjakan pekerjaan ini, ada pekerjaan lain yang bisa saya kerjakan kak.? "tanya Nisha pada Azizah yang nampaknya lebih dominan karakternya dibandingkan Tutik. Tutik dan Aizah saling berpandangan. lama mereka terdiam dan ragu, kemudian Tutik membisikkan sesuatu pada Azizah yang membuat Azizah mengangguk-angguk setuju. "beneran kamu mau lakuin pekerjaan-pekerjaan lain.? " "iya kak, ada pekerjaan lain yang bida saya lakukan.?? " "ya udah, kalau kamu maksa. itu di cucian banyak peralatan masak yang belum di cuci, kalau sudah selesai kamu pergi ambil baju-baju kotor di kamar-kamar terus bersihkan setiap kamar. nanti tugas lain menyusul, selesaikan dulu yang aku sebutkan tadi. " "baik kak. " Nisha mulai melakukan tugas pertama, dengan hati-hati ia mencuci peralatan masak yang bertumpuk itu. setelah beberapa saat, akhirnya dia selesai melakukannya. "kak, saya belum terlalu hafal dengan rumah ini. bisakah kakak membantu saya untuk menunjukkan kamar-kamarnya.? " tanya nisha dengan takut-takut. setelah kedua ART itu berdiskusi, akhirnya di putuskan bahwa Tutik yang akan mengantar Nisha untuk berkeliling. Tutik membawa Nisha berkeliling, anisha berusaha menghafal setiap ruangan yang di lewatinya. "rumah ini terdiri dari 10 kamar. belum termasuk kamar ART ya.. 5 kamar ada di lantai bawah, 5 kamar di lantai atas. kamar nyonya besar dan tuan muda pertama ada di lantai pertama. sedangkan kamarntuan muda kedua dan ketiga ada di lantai 2.yang harus kamu lakukan adalah mengambil baju-baju kotor dan membersihkan kamar mereka. apakah kamu mengerti.?? " "se... sebenarnya berapa keluarga yang tinggal dirumah ini kak.?? " "hanya 1 yaitu nyonya besar, 2 tuan mudah dna nyonya muda. total ada 5 atasan yang harus kita patuhi perintahnya. dulunya ada 6 tapi tuan muda Zico lebih memilih tinggal di luar .sebenrnya ada hal yang membuat ku penasaran. apa hubungan mu dengan tuan muda Zico.? kami mendengar gosif kalau kamu sedang mengandung anaknya. benar begitu.?? " tanya Tutik dengan mengebu-gebu. gossip yang beredar di kalangan ART adalah tumah besar kedatangan tuan muda Zico semalam. tuan muda itu kembali kerumah ini dengan membawa seorang wanita muda yang katanya telah hamil anaknya. tuan muda memksa keluarganya untuk bisa menerima wanita itu dirumah besar. tapi paginya nyonya besar malah mengusir wanita itu dari kamar anaknya dan menempatkan di kamar ART, sama seperti dirinya. dia dan ART yang lain begitu penasaran dengan kebenaran cerita itu. maka dari itu, kesempatan seperti jni di gunaksn Tutik untuk menanyakan kebenaran cerita itu secara lansung. Nisha menganggukkan kepalanya dengan sedih. dia begitu enggan membahas masalah yang menyakitkan hatinya itu. Tutik melihat kesedihan dimata Nisha, dia cukup toleran untuk terdiam dan tidak melanjutkan pertanyaanu. ***
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN