Di sebuah ruang kerja seorang direktur kenamaan dan begitu tampan, Abra Alexander, ia mulai merapikan beberapa berkas di mejanya. Sesaat ia menilik waktu pada jam dinding, lalu ia tersenyum. Perasaannya lega sebab waktu pulang adalah momen yang ia tunggu-tunggu sejak tadi. Bukan tanpa sebab, melainkan ingin ke toko bunga. Ya, Abra akan mulai melakukan pemesanan setelah mendapatkan rekomendasi toko bunga paling bagus sekota Jakarta. Beberapa hari belakangan, ia disibukkan oleh macam-macam pertemuan, sehingga detik ini baru sempat. Tiba-tiba, pintu ruang kerja Abra terdengar tengah diketuk oleh seseorang. Detik berikutnya, orang itu membuka pintu dan tak langsung masuk melainkan bergeming bimbang. Reno, ya pria itu yang saat ini menyambangi ruang kerja Abra dengan membawa sebuah berkas di

