Gadis yang baru saja melayani transaksi itu nampak lesu. Tubuhnya beringsut luruh ke lantai, lalu terduduk di sana dengan punggung menyandar di dinding. Ia memejamkan mata, rasa kantuk menyerang. Semalam setelah ditelepon Wira di jam 12 malam, Rinjani tidak bisa terlelap lagi. Dia tidur di jam 10 malam, lalu dibangunkan di jam 12, tidurnya hanya dua jam. Tak ayal, rasa kantuk itu pun menyerangnya saat ini. Semalaman itu ia terus memikirkan apa yang sebenarnya terjadi? Apakah kekasihnya itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya? Apakah ia sedang dalam keadaan terancam tapi tidak mau cerita karena tidak mau menjadi beban bagi gadis itu? Entahlah Rinjani tidak bisa menebaknya. Wira tidak mau dihubungi Rinjani lebih dulu, apa alasannya? Apakah dia selingkuh? Rinjani menggelengkan kepalanya

