PILIHAN YANG SULIT dalam HIDUPKU

1029 Kata
Perasaanku masih tak menentu, semestinya aku senang dan bahagia menanggapi maksud mbak rubi saat di kamar mandi pagi itu. tetapi justru sebaliknya, Hati ini merasa bimbang, gelisah namun tak tau mengapa hati ini terasa gelisah,. mungkinkah aku takut kehilangan mbak rubi atau aku tak sampai hati menghianati Dita jika nantinya dita menjadi pendamping hidupku., karena kemaren mbak rubi juga mengatakan jika Dita juga menaruh hati padaku. pagi berikutnya aku mulai aktivitasku sebagai pekerja pabrik seperti biasa, seperti biasa aku start motorku di pagi itu, tiba tiba sebuah mobil travel berhenti persis di depanku. benar saja Dita terlihat turun dari mobil itu. "mas tedi...." dengan raut wajah manja... sambil berlari kecil dan langsung memelukku.. " aku kangen sama mas tedi" sambil senyum senyum. aku hanya bisa bengong tak bisa berkata kata, mulut seperti terkunci dan tanganku mulai gemetar. " kan cuma 2 hari kamu pulang kampung kok udah kangen aja" jawabku sedikit sok cuek.. padahal dalam hatiku sama seperti yang di rasakan dita. " iya ya.. " jawabnya kembali sambil tersenyum malu. melihat senyumnya yang begitu manis membuat jantungku semakin berdebar - debar. " ya udah kamu kan baru sampai, sana masuk istirahat dulu, kamu pasti capek, ini mas juga mau berangkat kerja dulu takut terlambat" "iya mas... mas hati hati ya" jawabnya.. langsung aku tancap gas dan pergi menjauh, ketika aku menoleh kebelakang, ternyata dita masih berdiri di tempatnya dan memandangiku sambil melambaikan tangannya. aku pun membalas lambaian tangannya. dalam perjalan hatiku masih terasa bimbang, aku masih belum bisa menentukan kepada siapa hatiku akan ku berikan seutuhnya.. karena tidak akan mungkin selamanya hatiku akan terbagi dua. selama di pekerjaan aku masih terbayang bayang setiap kejadian kejadian yang aku alami dengan mbak rubi, semakin aku mengingatnya semakin besar rasa bersalahku kepada dita, Dita pasti akan marah besar jika dia tau apa yang aku lakukan kepada mbak rubi selama ini, rasa penyesalan dan rasa berdosa terus menyelimuti perasaanku,.. tak terasa hari semakin sore jam sudah menunjukan pukul 15.45 waktunya bersiap siap untuk mengakhiri semua kegiatanku hari ini di perusahaan. tepat pukul 16.00 aku mulai keluar dari tempat kerja menuju tempat parkir motorku. rasa bimbang kembali muncul.. rasanya aku tidak ingin pulang ke rumah tetapi aku tak tau harus kemana. aku mulai jalankan motorku, di tengah perjalanan aku teringat taman kota dimana aku pertma kali pergi berdua menikmati suasana malam hari dengan dita.. akhirnya aku putuskan untuk pergi ketempat itu, berharap aku bisa menenangkan diri sejenak dari pikiran pikiranku yang tak karuan ini. setelah menempuh perjalanan kurang lebih hampir satu jam akhirnya aku sampai di taman kota. tepat di tempat dimana aku dan dita menghabiskan malam waktu itu.. aku mulai duduk dan berfikir. akankah aku harus benar benar meninggalkan mbak rubi jika aku harus bersama dita? ataukah aku tetap melakukan hal hal bodoh di belakang dita tanpa sepengetahuannya. tiba tiba muncul dalam pikiranku, ataukah aku harus pergi menjauh bersama dita dari mbak rubi, mungkin menjauh dari kota yang sudah aku tinggali selama ini, karena aku sendiri bukan penduduk asli kota ini,, memang aku sudah hampir 10 tahun aku merantau ke kota ini setelah lulus dari kuliah.. tak terasa hari sudah semakin gelap aku melihat jam tanganku sudah menunjukkan pukul 20.00 tak terada sudah 3 jam aku duduk diam disini. tiba tiba handphoneku berbunyi, tanda pesan masuk. aku buka siapa malam malam gini mengirim pesan ke handphoneku. "mas tedi jam segini kok belum pulang kemana?" ternyata pesan dari dita, bingung juga pikiran ini kenapa dita dangat perhatian denganku, "iya dit ini aku di taman kota cari angin, seharian banyak kerjaan" jawabku ngeles.... " sama siapa... sama cewek ya mas.?" " sendiri dit.. mana ada cewek mau sama aku" jawabku merayu.... "ga bohong kan mas" aneh kok sampai sebegitu nya dita ingin tau apa yang aku lakukan, apa benar yang katakan mbak rubi waktu itu kalau dita memang suka sama aku. "beneran dit mas sendirian ga sama siapa siapa" jawabku meyakinkannya.. "kenapa mas tadi ga ngajak aku? kan aku bisa temenin mas" "iya dit tadi mas pulang kerja terus kesini ga pulang dulu" " ya udah cepat pulang sudah malem, dita udah nyiapin kopi sama makanan buat mas, aku taruh di meja teras depan ya mas" "kok repot repot dit, mas jadi ngerepotin kamu nih" "ga papa mas, mas tedi kan sendiri di rumah, kalau ga ada yang perhatiin, nanti nek mas sakit gimana?, udah cepetan pulang udah malem" gilaaaa.. hatiku tiba tiba rasanya seperti berbunga bunga,baru kali ini aku di perhatiin sama seorang wanita, meskipun sebelumnya mbak rubi juga sering memberikan kopi dan makanan di tambah lagi bonus kenikmatan dunia, tetapi ini lain aku merasakan perhatian yang berbeda yang benar benar tulus,sedangkan mbak rubi perhatian kalau pas waktu membutuhkanku aja ketika dia merasa kesepian. bergegas aku tancap gas pulang menuju rumah. benar saja sesampainya aku di rumah, secangkir kopi dan sepiring makanan sudah siap menyambut ku di meja teras depan rumah. tanpa berfikir panjang aku parkir kan kendaraan, lalu aku raih secangkir kopi di meja, sambil duduk aku nikmati kopi buatan dita, rasanya berbeda tidak seperti buatan mbak rubi,,'akankah ini yang dirasakan orang yang sedang jatuh cinta' pikirku dalam hati. tiba tiba "mas tedi sudah sampai rumah? cepat banget" "ehh.. dita" ternyata dita dari tadi menungguku di depan rumahnya,, aku saja yang tidak memperhatikannya karena fokus dengan kopi dan makanan di meja dari dita.. maklumlah dari pulang kerja aku belum makan.. hehehehe... "aku kuatir sama mas sampai malem gini kok belum pulang, makannya aku tungguin disini sampai mas pulang" " maaf ya dit mas ga lihat.. hehehehe" jawabku sambil bercanda, "ya udah, cepetan mandi, habis itu istirahat, mas pasti capek juga kan" "iya dit, makasih ya udah mau perhatian sama mas, jujur baru kali ini mas dapat perhatian seperti ini dari seorang wanita" rayuan gombal ku.. hahahaha... "ah biasa aja mas" (sambil tersipu malu) Aku cepat cepat habiskan kopi dan makan dari dita, lalu masuk rumah. setelah mandi membersihkan diri aku rebahan di tempat tidur, kembali aku teringat apa yang aku pikirkan di taman kota tadi, akhirnya aku memutuskan jika memang Tuhan menghendaki aku hidup bersama dita, aku akan membawanya pergi dari kota ini dan menjauh dari mbak rubi, karena aku tak ingin menyakiti hati dita yang begitu tulus menerima aku apa adanya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN