sepertinya mbak rubi benar benar marah sudah dua minggu dia selalu menghindariku. ada rasa penyesalan dan kegalauan dalam hatiku,, aku merasa bersalah dengan mbak rubi.. akankah mbak rubi sudah tak memperdulikanku lagi. Sampai suatu ketika aku mendengar percakapan antara dita dengan mbak rubi..
bahwa dita harus segera pulang kampung karena ada beberapa berkas untuk melamar pekerjaan tertinggal di kampung..
muncul dalam benakku ini kesempatanku untuk meminta maaf kepada mbak rubi jika selama ini aku telah menyakiti hatinya..
Dan benar saja sore itu dita menemui ku untuk berpamitan pulang kampung, karena jarak kota kami dengan kampung halamannya lumayan jauh, butuh waktu 1 malam lebih untuk sampai di kampung halamannya.
" mas aku pamit pulang kampung dulu mau ambil berkas berkas lamaran pekerjaan yang tertinggal"
"oh ya dit hati hati kapan balik kesini lagi"
" kemungkinan 2 hari lagi mas aku kembali kesini"
pas banget pikir saya dalam hati,, karena besok hari sabtu dan dita masih di kampung, berharap mbak rubi mengajakku b******a lagi,
tiba tiba sebuah mobil travel muncul untuk menjemput dita,. perlahan mobil itu berjalan pergi membawa dita pulang ke kampung halaman nya..
ke'esokan harinya aku sedikit lebih bersemangat saat berangkat bekerja karena dalam batinku.. nanti malam aku b******a dengan mbak rubi lagi setelah 2 minggu aku tidak melakukannya dengan mbak rubi dan mbak rubi pasti sudah menunggu saat saat ini juga..
Aku mulai gelisah menunggu pesan dari mbak rubi di handphoneku.. sampai tiba waktunya pulang ke rumah pesan yang aku tunggu belum juga muncul di HP ku.. pikiranku mulai kemana mana ga karuan. sesampainya di depan rumah aku memarkirkan motorku. aku coba menengok ke rumah mbak rubi.. pintu terbuka tetapi mbak rubi tak terlihat.. masih berharap harap cemas malam ini mbak rubi mengajakku b******a lagi.
waktu terus berlalu hati semakin gelap.. aku pandangi handphoneku masih belum ada juga pesan masuk dari mbak rubi. akhirnya aku mulai pasrah jika mbak rubi sudah tak membutuhkanku lagi. tiba tiba handphoneku berbunyi, bukan suara pesan masuk tetapi suara panggilan masuk.. dengan cepat aku raih handphoneku dan melihat siapa yang menelphonku malam malam gini. ternyata mbak rubi yang menelphonku, biasanya kirim pesan singkat saja ini kenapa kok telephone.. untuk menghilangkan rasa penasaranku segera aku jawab telphone dari mbak rubi.
"halo mbak...."
tak ada jawaban hanya terdengar suara suara aneh samar samar aku mengulangi lagi
"halo mbak... kok diem aja..."
tak beberapa lama mbak rubi menjawab.
"aku tidur sendiri kedinginan.. kamu kesini"
seketika hatiku berbunga bunga.. saat saat yang aku tunggu akhirnya datang juga..
dengan gesit aku langsung naik ke atas plafon seperti sebelum sebelumnya. sebelum aku memasuki kamar mbak rubi aku mencoba menengok kamar 1 nya dimana biasanya mbak rubi menidurkan anaknya.. ternyata benar anaknya sudah tertidur lelap..
aku mulai memasuki kamar mbak rubi aku membuka pintu kamarnya, kali ini agak berbeda, aku melihat malam ini mbak rubi berdandan cantik sekali.. tetapi dia hanya mengenakan pakaian dalamnya saja, celana dalam dan BH warna putih.. terlihat sangat menggairahkan sekali..
aku mulai bercanda untuk membuyarkan rasa canggung kami karena sudah 2 minggu lebih kami tak melakukan hal ini.
" pantes aja kedinginan ga pakai baju gitu"
dia mulai tersenyum manja sambil mencubit ku..
"kamu tu pinter ya buat wanita tertarik sama kamu"
"masak sih mbak aku biasa aja kok"
tak menunggu aba aba mbak rubi menarik ku keatas tempat tidur sampai tubuhku menindih tubuhnya yang putih mulus itu. dengan cepat tangan mbak rubi mulai melepaskan bajuku hingga tinggal celana dalam saja.. aku mulai menggosok gosokkan terpedoku ke memeknya. mbak rubi menikmati setiap gesekan demi gesekan dengan di iringi desahan desahan mautnya yang membuat aku semakin b*******h. seperti biasana mbak rubi mau aku memainkan memeknya dengan mulut dan lidahku.. kali ini mbak rubi ingin lebih lama aku memainkan memeknya. terpedoku juga dimainkanya,, satu yang membuat aku ga tahan ketika mbak rubi mengulum terpedoku dan mengocok dengan mulutnya, gesekan bibir lembutnya di terpedoku membuat aku seperti melayang layang dia sangat ahli memainkan terpedoku. malam ini sepertinya mbak rubi lebih mendominasi permainan aku lebih banyak diam. dan waktu klimaksnya juga agak sedikit lama. dia benar benar meluapkan semua hasratnya selama ini yang terpendam semenjak kehadiran adiknya.
waktu tak terasa sudah menunjukkan pukul 3 pagi mbak rubi juga sudah kecapekan.. aku sudahi permainan ini, ketika aku sedang membersihkan diri dan kembali ke rumah, tiba tiba mbak rubi memelukku dari belakang dan berkata..
" malam ini aku mau kamu temani aku bobok sampai pagi"
tanpa basa basi aku iyakan permintaan mbak rubi.
"ok mbak.."
akhirnya kami kembali berbaring di tempat tidur dengan keadaan b***l dan saling berpelukan..
ketika suara alarm jam meja di kamar mbak rubi berbunyi sangat memekakkan telinga aku terbangun dan melihat ke arah jam,, sudah pukul 06.00 pagi aku harus bangun dan kembali ke rumah. saat aku beranjak dari tempat tidur mbak rubi kembali menahan ku..
"jangan pulang dulu, kita mandi bareng yuk"
lagi lagi aku meng'iyakan ajakan mbak rubi untuk mandi bersama.. lalu kami berdua masuk kedalam kamar mandi.. melihat tubuh indah mbak rubi yang basah terkena air hasrat ku kembali muncul.. aku oles sabun mandi ke tubuhnya sambil menggosok gosok dengan lembut tubuhnya sesekali mendekap tubuhnya yang mulus. kepalang tanggung aku remas remas gunungan kembarnya dan mbak rubi sangat menikmatinya. aku balik badanya menghadapku dan aku angkat salah satu kakinya dengan tanganku. kami b******u dengan mesra dan kumasukkan terpedoku kedalam m***k mbak rubi dengan penuh irama semakin lama gerakan aku percepat mbak rubi menggelinjang tak karuan tubuhnya mulai menegang.. dan akhirnya crrooott terpedoku menyemburkan cairan kedalam m***k mabak rubi bersamaan dengan teriakan puas mbak rubi yang juga sudah mencapai puncak kenikmatannya.. setelah selesai aku pakai semua pakaianku dan merasa sangat bahagia sekali hari ini.. aku melihat mbak rubi masih menikmati sisa sisa kenikmatannya,.. sebelum aku bergegas pergi mbak rubi menyampaikan pertanyaan yang sulit aku jawab..
"apakah kamu menyukai adikku dita?"
aku terdiam ga tau harus menjawab seperti apa pertanyaan mbak rubi, perasaanku bimbang, semenjak pertama kali bertemu aku memang sudah menaruh hati dengan dita, di sisi lain aku ga mau kehilangan kenikmatan bersama mbak rubi
"kenapa diam katakan dengan jujur apa isi hatimu, aku ga bakalan marah"
dengan nada pelan akhirnya aku beranikan diri menjawab pertanyaan mbak rubi.
" jujur aku menaruh hatiku kepada dita semenjak pertama kali bertemu, tapi mbak aku juga takut kehilangan saat saat seperti ini dengan mbak rubi"
dengan besar hati mbak rubi menjawab..
"ok.. ga pa pa aku tahu isi hatimu. aku minta Kamu jaga adikku dengan baik baik.. dan satu hal lagi aku setiap saat akan selalu ada di saat kamu membutuhkanku, aku harap kamu juga begitu dan berlaku adil antara aku dan adikku"
seperti tersambar petir aku ga menyangka mbak rubi akan mengatakan itu.aku hanya bisa mengangguk anggukkan kepala seperti orang bodoh. langsung saja aku nyelonong pergi dengan perasaan yang ga karuan