hari demi hari kami lalui, setiap satu minggu sekali mbak rubi pasti minta di puaskan, dan perbuatan dosa itu aku lakukan jika mbak rubi yang meminta,, aku belum berani memintanya,, meskipun aku berharap melakukanya setiap hari.
Tak terasa hampir 2 bulan berlalu.. suatu sore ketika aku pulang dari bekerja. aku melihat sosok yang asing duduk di depan teras mbak rubi sambil bercanda dengan anak mbak rubi,, dalam hatiku bertanya tanya siapakah gadis ini, wajahnya yang masih polos, cantik, kulitnya putih bersih, jujur dia lebih cantik dari mbak rubi. lamunanku terbuyarkan oleh sura lembut serak serak basah..
"selamat sore mas..."
salah tingkah karena kaget di saat otakku mulai ber imajinasi..
" ehh.. sore mbak..."
dengan percaya diri aku mengahmpiri dan mulai mencari tau siapa gadis catik ini. kenapa ada disini.
"saya belum pernah lihat mbaknya sebelumnya apakah saudara dari mbak rubi?" tanyaku.
" iya mas saya Dita adek kandung mbak rubi, baru tadi pagi saya datang kesini"
" oohh...." pantes aja wajahnya sedikit mirip mirip mbak rubi"
tak lama kemudian mbak rubi keluar dari dalam rumah sambil membawa mangkuk kecil.. sepertinya mau menyuapi anaknya..
"ini adekku Dita dari kampung dia baru selesai kuliah, disini mau cari kerja dan tinggal sama aku"
tetapi raut wajah mbak rubi agak berbeda seperti kurang senang, apakah karena kehadiran adeknya dirumah mengganggu waktunya bersenang senang denganku. ataukah mbak rubi cemburu dengan adeknya karena melihat tatapanku ke Dita yang agak berbeda.
jelas saja siapa orang yang tidak terpana melihat wajah cantik dita, postur tubuhnya yang sempurna, tinggi sekitar 165cm dan sepertinya mbak rubi tau apa yang ada dalam pikiranku. dia benar benar cemburu dengan adiknya..
" Dit kamu masuk bersih bersih dulu sana udah sore"
celetuk mbak rubi kepada Dita..
benar dugaanku mbak rubi cemburu dengan Dita adeknya, tetapi Dita tak pernah Tau apa yang terjadi antara aku dan mbak rubi kakaknya,
"kamu suka ya sama Dita, aku lihat dari tadi kamu memandangi dita terus"
karna aku tau mbak rubi sedang cemburu aku coba untuk menenangkan hatinya
"enggak lah mbak,, ya wajar ajalah orang baru pertama lihat kan penasaran ternyata mbak rubi punya adek perempuan"
"tapi cantik kan,bahkan lebih cantik dari aku". sahut mbak rubi tanpa memberi jeda jawabanku.
"sama kok sama cantiknya,mbak rubi cemburu ya". godaku ke mbak rubi..
tanpa menjawab pertanyaanku dia nyelonong masuk kedalam rumah.,
aku semakin yakin mbak rubi cemburu dengan dengan kehadiran adeknya.
seperti biasa karena tidak ada kesibukan lain aku duduk santai di teras depan rumah setelah mandi sehabis pulang kerja.. muncul dalam benakku ini hari sabtu waktu dimana mbak rubi minta di temani semalaman.. tetapi aku tunggu tak ada pesan masuk dari mbak rubi di handphoneku..aku baru ingat kan sekarang adeknya ada disini ga mungkin mbak rubi memintaku untuk menemaninya.. bisa berntakan nantinya jika adeknya sampai tau.
malam semakin larut waktu menunjukan pukul 19.00 malam.. aku merasa bosan, duduk sendiri sambil ngopi tetapi tak ada teman untuk mengobrol, akhirnya aku berfikir untuk pergi mencari angin segar di malam minggu ini sambil menikmati gemerlap lampu di malam hari..
ketika aku sedang mengeluarkan motor dari dalam rumah, Dita muncul di samping rumah sambil tersenyum.
"wahh malam minggu mas tedi mau jemput pacarnya nih" candanya kepadaku..
"ehh kamu dit, enggak ini mau keluar jalan jalan aja cari angin segar, dirumah sendiri bosen, lagian mas belum punya pacar kok masih single" jawabku..
"owhh gitu... eemmm.. Dita boleh ikut mas? dita juga pengen tau jalanan sini biar ga nyasar kalau pas pergi sendiri"
aku kaget setengah mati bercampur rasa takut kalau mbak rubi tau pasti dia semakin marah terhadapku.. di sisi lain dadaku tersa berdebar debar. gadis cantik mau pergi jalan malam minggu denganku, aku hanya terdiam tak tau harus berkata apa. belum sempat aku meng'iyakan keinginan Dita, dia berkata
" aku pamit sama mbak rubi dulu ya mas biar ga di cariin nanti"
aku semakin tersentak kaget, dan sedikit menelan ludah. dalam hatiku berkata
"gila bisa berabe nih dan pasti mbak rubi ga ngijinin dita pergi denganku"
Entah apa yang di sampaikan Dita ke mbak rubi, diluar dugaanku mbak rubi keluar dengan dita, aku hanya berfikir wah kena semprot lagi nih dari mbak rubi.
ternyata mbak rubi hanya berpesan hati hati jangan pulang malem malem..
seperti mendapat lampu hijau, aku starter motorku dan Dita juga mulai membonceng di belakangku. tanpa basa basi mbak rubi langsung nyelonong masuk ke dalam rumah, padahal aku mau berpamitan dengannya, tapi biarlah yang penting aku bisa malam mingguan dengan dita.
jalan demi jalan aku lewati sambil mengobrol sana sini, yang awalnya dita hanya berpegangan bajuku sekarang mulai berani memegang pinggulku.
ketika sampai di sebuah taman kota aku memberhentikan motorku..
"Dit kita istirahat sebentar ya disini, sambil menikmati suasana malam di taman ini"
"iya mas aku juga agak capek udah dari tadi muter muter mas"
kita berdua duduk di sebuah bangku panjang di pinggir taman kota suasana semakin shyahdu karena tepat di belakang kami ada sebuah pohon besar yang bergoyang goyang daunnya tertiup angin malam,
" dit mas beli minuman sama makan dulu ya biar ga garing nanti kitanya disini,hehehe" pamitku ke dita
" iya mas aku tunggu sini ya"
Lalu aku berangkat membeli minuman dan makanan di warung tenda yang ada di taman kota itu. setelah membeli minuman aku bergegas menghampiri dita..
dan disambut dengan senyuman manis Dita yang membuat hatiku menjadi ga karuan.. seakan aku melupakan semua kejadian dengan mbak rubi kakak dita.
setelah bercanda dan ngobrol sana sini waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 malam, aku teringat pesan mbak rubi kalau ga boleh pulang malam malam, dengan nada agak menyesal kenapa waktu begitu cepat padahal aku masih mau berlama lama dengan dita di taman ini.
" dit sudah malam kita pulang aja yuk tadi pesan mbak rubi jangan pulang malam"
"iya mas"
aku lihat dita juga sudah mengantuk, aku starter motorku dan berjalan menuju rumah. ditengah jalan Dita mengucapkan sesuatu yang membuat aku salah tingkah.
" mas aku boleh bersandar di punggung mas tedi, aku mau tiduran"
dengan terbata bata aku jawab
"i..iiya dit boleh kok"
tak lama kemudian kedua tangannya melingkar di perutku mendekap tubuhku begitu erat, kepalanya bersandar di pundakku, dan yang membuat dudukku menjadi ga nyaman ketika gunungan kembar dita menekan punggungku.. ditambah lagi kedua tangannya yang tanpa sengaja menyenggol terpedoku.., sepontan saja terpedoku mulai bergerak gerak seakan akan mau menerkam mangsa baru..
semakin menjauh dari taman menuju rumah aku hanya bisa terdiam sambil berimajinasi kesana kemari.( wajarlah cowok normal)
tak berapa lama sampailah kami di depan rumah Dita masih berpegangan erat dan belum juga turun dari motor. ternyata Dita benar benar sudah tertidur. pantas saja ketika teroedoku gerak gerak terkadang menyentuh tangannya dia hanya diam... aku coba bangunkan dengan pelan sambil menggoyang goyagkan tangannya yang masih melingkar di perutku.
" dit sudah sampai rumah,, bangun gih"
mungkin karena kaget sepontan dia bangun dan mulai turun dari motor, ketika turun dari motor tangan kanannya tak sengaja menarik celanaku dan sedikit menyentuh terpedoku yang menegang sontak saja aku terperanjat kaget.. anehnya reaksi dita datar datar saja seolah tak terjadi sesuatu..aku tetap mematung masih tak percaya dita memegang terpedoku