Malam ini aku tak bisa tidur, masih teringat betapa bahagianya hatiku saat ini, Tuhan telah mempertemukan aku dengan dita wanita pertama yang benar benar mengisi kekosongan hatiku, sulit dipercaya yang awalnya aku telah membuat suatu kesalah besar dengan mbak rubi kakaknya, justru sekarang dita adiknya yang akan menjadi pendamping hidupku.
di saat sedang memikirkan apa yang akan aku lakukan dengan dita kedepanya lagi, tiba terdengar suara ketukan pintu.. kaget dan bingung, malam malam gini siapa yang mengetuk pintu, terdengar sayup sayup seseorang memanggilku
" mas... mas tedi...mas..."
'seperti suara dita memanggilku, tapi ada perlu apa dia malam malam kerumahku'.
aku bergegas keluar menemui dita, sudah pukul 01.00 pagi kasihan jika dia menunggu lama di depan rumah, aku buka pintu dan benar saja dita sudah ada di depan pintu, yang bikin aku tercengang dita datang mengenakan daster, dan di tangannya memegang selimut tebal.
" ada apa dit, ini sudah lewat tengah malam kok kamu belum tidur?"
"mas aku boleh bermalam disini"
haaahhhh.. aku terdiam, apakah aku sedang bermimpi?, belum ada satu hari kita jadian dia sudah mau bermalam di rumahku. ini gila batinku....
" lhah... memang ada apa kok kamu tiba tiba bermalam di sini"
"aku ga bisa tidur mas aku mendengar mbak rubi bertengkar dengan suaminya masalah aku, aku juga udah pamit mbak rubi kalau aku mau menginap di rumahmu mas"
belum juga aku iyakan dia langsung nyelonong masuk begitu saja.. aku masih terdiam di dekat pintu, apa yang sedang terjadi kali ini. wanita yang baru saja aku pacari sekarang tidur serumah denganku.
aku menengok ke dita dia sudah berada di kamarku dan mulai merebahkan tubuhnya di tempat tidurku. ya sudahlah mau bagaimana lagi, biar dita tidur dikamarku dan aku bisa tidur di kursi ruang tamu aja.
aku masuk kekamar dan mengambil bantal dan selimutku, tiba tiba dita meraih tanganku.
"lhooh.. mas tedi mau kemana?"
"mas tedi tidur di kursi depan aja dit"
"jangan mas di luar dingin tidur sini aja kan ga papa"
"hahh.. serius kamu dit? kita kan belum sah jadi suami istri masak mau tidur berdua"
"ga papalah kan sebentar lagi mas tedi juga mau melamarku dan meminangku semakin cepat semakin baik mas, aku dah ga betah di rumah mbak rubi"
dalam batinku berkata, gilaa... gilaa.. nih cewek udah main percaya aja sama aku. apa dia ga berpikir jika nanti terjadi sesuatu bagaimana?
"udah mas tidur aja di sini ga usah di luar"
ya sudahlah akhirnya aku tidur di sampinh dita, aku sedikit agak canggung, berbeda saat bersama mbak rubi, aku merasa dita harus benar benar aku jaga.
saat sedang melamun tiba tiba dita memelukku, gunungan kembarnya menempel di lenganku, aku hanya diam fan sedikit gemetar, lelaki normal imajinasi langsung kemana mana. tanpa sadar dita mulai menciumiku aku tetap diam. dita berbisik.
"mas aku serahkan semua tubuhku sama kamu, aku akan mengikuti semua kemauanmu"
seperti mendapat lampu hijau naluri lelakiku bergejolak. dita terus menyiumi seluruh Wajahku tangannya mengusap usap dadaku, terpedoku bergejolak tak karuan, sadar terpedoku menegang tangannya mulai mengusap usap dengan lembut,memeknya mulai di gesek gesekan di pahaku. aku semakin kehilangan kesadaran tanpa memperdulikan situasi tanganku mulai meremas gunungan kembarnya yang masih tertutup daster dan BH, dita semakin berani tangannya mulai masuk kedalam celanaku dan menggenggam terpedoku dengan pelan dita mengocok terpedoku di balik celanaku.
tiba tiba aku tersadar dan berkata.
"dit kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan?"
"mas aku sadar melakukan semua ini seandainya aku hamilpun itu lebih baik, berarti aku ga perlu berlama lama di rumah mbak rubi"
"dit aku mau nati kita menikah dengan normal, tanpa kamu harus mengandung anak dariku dulu, biar tidak jadi omongan orang"
dita terdiam dan berkata,
"ya mas aku nurut sama kamu saja, kali ini aku hanya serahkan keperawananku sama calon suamiku, gapapa kan"
mendengar ucapan dita aq tak bisa berbuat apa, aku hanya bisa mengikuti kemauan dita, dita kembali mencium bibirku, lidahnya mulai masuk ke mulutku dan menari nari di dalam mulutku. aku coba membalas ciuman dita. tangan dita perlahan lahan membuka celanaku dan melepaskanya, begitu juga baju yang aku kenakan sudah terlepas, dan aku hanya mengenakan celana dalam, dita melihatku hanya tersenyum, perlahan dia melepaskan dasternya, jantungku berdetak semakin kencang, di depan mataku seorang wanita perawan hanya mengenakan BH dan celana dalam warna putih dengan postur tubuh yang sempurna canti, putih, mulus, gunungan kembar yang padat, sangat sempurna bak model. nafsu birahiku memuncak, aku peluk dita dan menciumi wajahnya seperti orang kerasukan,aku lumat bibir merah mudanya, ditapun membalasnya,tanganya bergerak kemana mana dan mengusap usap terpedoku, aku mulai beringas ke dua tanganku mulai mencari sasaran satu meremas remas gunungan kembarnya yang padat,dan yang satunya masuk kedalam celana dalamnya yang sempit dan menyentuh bulu m***k yang halus dan lembut, aku terus melumat lumat bibirnya, dan m***k dita mulai sedikit basah. aku terus bergreliya aku cubit lubang pipienya fengan lembut, seketika dita menggelinjang sambil mendesah kenikmatan.
"aachhh....aeehhhh....eeehhmm... mas"
aku terus memainkan memeknya tanpa ampun. sepertinya dita sudah ga tahan.. dia mengarahkan tanganku untuk membuka BH'nya, dan celana dalamya. aku mulai cium gunungan kembarnya dan menghisap p****g merah muda yang mempesona dita, sepertinya dita kurang puas dia mendorong pundakku kebawah sehingga wajahku persis didepan memeknya yang masih mulus dengan bulu lembut yang tidak begitu lebat.aku tau maksut dita, seketika itu aku mainkan memeknya yang merona ku jilat jilat bibir memeknya yang wangi khas perawan, dia menggelinjang seakan ingin berteriak, dengan cepat dia menahan dengan tangannya.. desahan desahan dita membuatku semakin b*******h, aku terus memainkan memeknya tanpa henti, ku hisap Lubang pipisnya kali ini tubuh dita menegang dengan kuat,
"aacchhhh.... aaacchhhh....."
dita menahan kepalaku semakin terbenam dalam memeknya. sepertinya dita benar benar ga tahan dia mangangkat lenganku dan dilepaskannya celana dalamku, kemudian dita terlentang di tempat tidur seakan mempersilahkan terpedoku masuk kedalam memeknya, menjebol pertahanan mahkota keperawanannya.
aku mulai memasukkan terpedoku dengan pelan, karena takut dita kasakitan.. sedikit demi sedikit aku masukkan lubang memeknya terasa sempit, aku sedikit kesusahan memasukkan terpedoku, berbeda dengan m***k mbak rubi. sampai pada akhirnya aku benar benar menjebol keperawanan dita, aku keluar masukkan terpedoku dengan pelan dita terus menikmatinya meskipun merasa sedikit kesakitan. dita mulai tak tahan dan memintaku mempercepat gerakanku dan..
"aacchh....mas...aaaccchhhh....."
bersamaan dengan teriakan kecilnya dita ternyata sudah keluar, sedangkan aku hampir aku terus menggenjot memeknya sampai akhirnya aku tarik keluar terpedoku dan ,,crooottt... aku keluarkan cairanku di luar m***k dita..
dita tampak terengah engah nafasnya tak teratur, dita terkulai lemas di tempat tidur. aku peluk dia aku cium keningnya. dan kamipun tertidur berdua tanpa baju sampai pagi...