Ndaru duduk di ruang tamu, ponselnya tergeletak di atas meja. Layarnya berkedip-kedip, menunjukkan serangkaian panggilan tidak terjawab dan pesan dari Ivy. Ivy : [Sayang, kenapa nggak jawab?] Ivy : [Kamu ada urusan mendadak? Kok nggak ngabarin?] Ivy : [Sayang? Angkat donga! Aku nungguin kamu lama lho tadi!] Dan masih banyak lagi pesan yang intinya sama permintaan penjelasan atas hilangnya kabar Ndaru. Tapi Ndaru tidak tertarik untuk membacanya lebih lanjut. Ia sudah cukup sering melihat Ivy dengan Antaka dalam keadaan yang seharusnya tidak perlu terjadi. Ini bukan pertama kalinya Ivy terlihat nyaman dengan adiknya. Beberapa kali Ndaru pernah memergoki keduanya jalan bersama, berbicara dengan bahasa tubuh yang lebih dari sekadar mantan kekasih yang sudah selesai. Ndaru ingin percaya

