Dalam jamuan makan siang. Erick dan Wahyu berbincang masalah di luar kontrak. Hanya masalah pribadi dan lingkaran pertemanan mereka saja. Karena ini di luar jam kerja. Kalau pun menyinggung masalah kerja, hanya yang ringan saja. Jamuan makan memang untuk tujuan agar lebih akrab. Dalam perbincangan.
"Pak Erick sudah kenal lama dengan Mark dan Bella dari Benson Grup?" tanya Wahyu.
"Menurut Pak Wahyu?" tanya Erick balik.
"Saya anggap sudah lama dan pasti ada masalah antara perusahaan Pak Erick dengan mereka." ujar Wahyu.
"Ya. Begitulah kira kira. Pak Wahyu sendiri sudah lama kenal mereka?" tanya Erick.
"Baru 5 bulan terakhir ini. Mereka datang menawarkan proyek yang menguntungkan. Saya pun tidak ragu berinvestasi sedikit di proyek tersebut. Hasilnya cukup memuaskan. Makanya saya berani menggandeng mereka dalam kerja sama kita. Kalau saya tahu Bapak bermasalah dengan mereka. Saya tidak akan membawa mereka.' jelas Wahyu.
"Maaf Pak. Apakah Bella menyerahkan tubuhnya demi kerja sama antara mereka dengan Pak Wahyu? Bapak tidak perlu menjawab kalau tidak berkenan." tanya Erick.
"Gimana ya? Terus terang saja, saya memang sempat tidur dengannya. Suatu kesalahan sih. Tapi saya akan belajar dari Pak Erick masalah profesionalisme kerja." jawab Wahyu.
"Begini Pak Wahyu. Kami dulu sering berinvestasi dan bekerja sama dengan Benson Grup. Tapi mereka mengkhianati saya. Bahkan mencoba menipu saya." kata Erick.
"Maksud Pak Erick mencurangi proyek dengan Bapak? " tanya Wahyu.
"Lebih parah dari itu. Bella dulu tunangan saya. Tapi ternyata sering tidur bareng Benjamin. Mereka mencoba masuk dengan hubungan pernikahan agar dapat menggunakan fasilitas perusahan kami demi kepentingan mereka." jelas Erick.
"Sekali lagi saya minta maaf Pak Erick. Saya tidak tahu dan tidak bermaksud mengacaukan Bapak dengan membawa mereka tadi. Saya janji tidak akan berhubungan dengan mereka lagi." kata Wahyu.
"Tidak masalah Pak Wahyu ingin kerja sama dengan mereka. Tapi jangan bawa mereka kepada kami. Dan saya sarankan sebagai rekan bisnis. Berhati hati lah terhadap mereka." ujar Erick.
"Terima kasih atas peringatan Pak Erick. Saya akan lebih waspada lain kali." balas Wahyu.
Siap makan siang. Semua kembali ke perusahaan masing masing. Erick hendak menyelesaikan beberapa dokumen dulu. Yang lain bisa ditunda besok atau lusa. Dia ingin segera bertemu Kiranti untuk memesan pakaian pengantin mereka.
###
Sementara di rumah utama. Sepeninggal Erick yang berangkat kerja. Yanto pun berangkat kuliah. Sementara Karen dan Tomi juga akan berangkat kerja. Untuk sementara Adel dan Little dititipkan ke orang tua Karen. Biasanya setiap akhir minggu Adel dan Little diajak menginap di rumah Popo dan Kong Kong mereka. Untuk kemarin tentu berbeda karena permintaan khusus dari orang tua Erick. Adel dan Little akan diantar jam 2 nanti sekalian mengantar Kiranti memesan gaun pengantin. Karen saat ini menjadi direktur utama di perusahaan skincare Mama. Sedangkan Tomi sebagai anak tunggal keluarga Tan mengurus usaha toko elektronik keluarganya. Ya dibanding keluarga istrinya memang ekonominya kalah jauh. Tapi lebih dari cukup untuk menafkahi keluarganya. Dan keluarga Karen memang tidak memandang status seseorang. Asalkan memenuhi kriteria sifat dan perilaku. Bagi mereka itu sudah cukup. Tomi dan Karen bertemu saat mereka kuliah. Tomi kakak kampus Karen. 2 tahun tingkatan di atas. Umurnya juga 2 tahun lebih tua. Tomi merupakan adik kampus Erick.
Kiranti baru selesai sarapan. Ketika Karen yang akan berangkat kerja, menyuruh Mbak sus panggilan untuk Baby sitter Adel untuk memandikan Adel. Kali ini Adel menolak dimandikan Mbak sus. Dia meminta Kiranti yang memandikan. Lho kok jadi mirip Baby Sitter saja Kiranti sekarang. Semalam menemani Adel sampai tidur dinina bobokan. Pagi sarapan disuapin sekarang minta dimandikan. Kiranti tidak keberatan.
"Kok malah jadi lebih seperti anakmu daripada anakku? Nempel terus sama kamu. Sudah cocok tuh jadi ibu." canda Karen.
"Kan sebentar lagi nikah. Anggap saja latihan jadi ibu." sahut Kiranti.
"Iya deh. Titip anakku ya. Ma, nanti jangan lupa antar anakku ke rumah NaiNai dan Yeye nya." kata Karen sambil masuk ke dalam mobil.
Tomi dan Karen pun berangkat.
Sepeninggal Tomi dan Karen. Kiranti mengajak Adel untuk dimandikan. Adel tentu saja sangat senang. Entah apa yang membuat dia begitu erat dengan Kiranti. Tidak biasanya dia mau dekat dengan orang yang baru dikenalnya. Bahkan setelah mandi pun Adel hanya ingin bermain dengan Kiranti. Mama Sarah dan Papa Budiman tentu saja senang melihatnya.
Seusai makan siang. Mama dan Papa ditemani Kiranti akan mengantar Adel dan Little beserta 2 Baby Sitter mereka ke tempat mertua Karen. Sekalian mengantar Kiranti memesan gaun pengantin. Tempatnya di salon dan butik bridal Tante Sonia. Teman Mama Sarah. Erick akan langsung ke sana dari kantor. Mereka akan berjumpa di sana. Mama Sarah telah memberitahu Tante Sonia bahwa mereka akan ke sana. Sudah janjian jam 3. Sampai di rumah mertua Karen. Mereka mampir sebentar. Sekedar saling menghormati. Sekaligus memperkenalkan Kiranti kepada mertua Karen. Mereka disambut hangat selayaknya keluarga besar. Setelah cukup berasa basi. Mereka pun menuju salon dan butik bridal Tante Sonia.
Ketika tiba mereka terlambat 5 menit dari jadwal. Tante Sonia segera menyambut mereka secara pribadi. Maklum customer VIP. Tentu harus disambut dengan kesan terbaik.
"Selamat sore Jeng Sarah. Saya sudah tunggu dari tadi. Sesuai pesanan anda. Tempat ini sudah dikosongkan dari tamu lain. Khusus untuk kalian." sambut Tante Sonia.
"Sore juga Jeng Sonia. Kamu memang the best. Tahu saja keinginanku." balas Mama Sarah.
"Ada acara apa nih Jeng Sarah? Sampai pesan khusus tempat saya ini." tanya Tante Sonia.
"Ini lho Jeng Sarah. Anak saya mau nikahan. Saya mau pesan pakaian pengantin." jelas Mama Sarah.
"Beres Jeng Sarah. Anak yang mana nih? Erick atau Yanto? Kalau Yanto anak saya belum siap nih." tanya Tante Sonia.
"Erick. Ini calon istrinya. Namanya Kiranti." jawab Mama Sarah.
"Hah Erick masih mau dia sama wanita Jeng? Bukankah dia trauma sama wanita?" tanya Tante Sonia.
"Tidak benar dia trauma. Nih buktinya calon istrinya." jawab Mama Sarah.
"Eh bidadari dari mana ini? Cantik banget Jeng. Tapi masih cantikan gue waktu muda dulu." Tante Sonia narsis.
"Iya. Jeng Sonia dulu cantik. Tapi sekarang sudah tua." balas Mama.
"Walau tua masih cantik lho. Meski tidak secantik dulu."
Gini nih kalau emak emak ngerumpi.
Papa dan Kiranti hanya memperhatikan dan mendengarkan percakapan keduanya.
"Ok Jeng Sarah. Kita carikan gaun pengantin untuk bidadari ini." kata Tante Sonia sambil menarik tangan Kiranti.
Mereka pun menuju ke tempat koleksi gaun pengantin Tante Sonia. Tante Sonia membuka kain penutup beberapa lemari kaca. Dalam lemari lemari tersebut banyak terdapat koleksi gaun pengantin.
"Yang di sini semuanya gaun baru Jeng. Untuk dijual. Kalau yang disana tidak usah dilihat. Itu semua untuk disewakan punya."
jelas Tante Sonia.
"Boleh dilihat dan dicoba dulu semuanya. Masalah ukuran bisa kita sesuaikan nanti."
Kiranti memilih 3 yang terlihat sederhana namun menarik. Sebenarnya Kiranti merasa sayang. Gaun pengantin paling hanya dipakai sekali saja. Sementara harganya pasti sangat mahal. Sedangkan Mama memilih 2 yang terlihat sangat mewah. Tante Sonia merekomendasikan 1 dari yang dipilih Kiranti. Tante Sonia pun memanggil beberapa asistennya untuk membantu Kiranti mencoba gaun tersebut.
Erick tiba di salon dan butik bridal tersebut. Segera menghampiri mereka. Erick terlambat hampir setengah jam karena kondisi jalanan yang macet.
"Hai Ma, Pa. Maaf Awen terlambat ada kemacetan." sapa Erick.
Erick berbalik ke Kiranti.
"Hallo cantik. Sudah dapat gaun pengantinnya?" tanya Erick.
"Ini lagi mau dicoba Om. Mau lihat mana yang paling cocok." jawab Kiranti.
"Baiklah. Coba dulu sana. Sekalian nanti aku dicoba juga ya." canda Erick.
"Om mah dicobanya setelah nikah. Bukan sekarang." balas Kiranti ketus sambil mencubit pinggang Erick.
"Aduuhhh. Iya iya kan aku bilang nanti tadi. Nantinya setelah nikah itu." balas Erick sambil mengaduh kesakitan.
Waduh cubitannya maut juga. Kalau mau menggoda dia tidak boleh terlalu dekat nih batin Erick.
Kiranti masuk ke ruang ganti diikuti 3 orang asisten Tante Sonia. Sementara Erick diminta Mama untuk mencari Jas pengantin pria. Berdasarkan gaun gaun yang dipilih tadi. Tante Sonia langsung merekomendasikan 3 buah Jas yang kemungkinan bakal serasi dengan gaun gaun tadi.
"Hai ganteng. Nih 3 Jas yang bakal sesuai dengan gaun pilihan kekasih anda." tawar Tante Sonia.
Gaun pertama hasil pilihan Mama dirasa Kiranti tidak nyaman. Gaun kedua hasil pilihan Kiranti tidak disukai Erick. Gaun ketiga merupakan rekomendasi Tante Sonia, terasa elegan dan nyaman walau desain sederhana saja. Tetapi tetap berkesan mewah. Kiranti pun merasa cocok. Papa, Mama dan Erick pun terpesona penampilan Kiranti dengan gaun tersebut. Tapi Tante Sonia menyuruh mencoba 2 gaun tersisa lebih dulu. Dan menyimpan gaun ke 3 lebih dulu. Gaun ke 4 dan ke 5 walau bagus tapi dirasa kurang cocok dibanding gaun ke 3. Pada akhirnya pilihan tetap jatuh pada gaun ke 3. Sekarang giliran Erick mencoba Jas yang sesuai dengan gaun tersebut. Akhirnya pilihan jatuh pada Jas ke 2 yang dianggap paling sesuai dengan gaun pilihan Kiranti. Keduanya berdiri berdampingan. Benar benar sudah mirip dengan sepasang pengantin. Keduanya pun mengabadikan momen tersebut memakai Handphone dengan dibantu asisten Tante Sonia. Tante Sonia melihat lihat sejenak gaun Kiranti yang masih dipakai. Dia meminta meteran pengukur. Megukur di beberapa tempat. Menulis catatan kecil di sebuah buku. Setelah selesai gantian dia melihat dan mengukur Jas Pria yang dipakai Erick. Melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan kepada Kiranti. Keduanya pun diperbolehkan mengganti pakaian. Sedangkan Papa dan Mama mulai memilih gaun dan jas seragam untuk para keluarga calon mempelai. Setelah mencoba beberapa model. Akhirnya mereka menjatuhkan pilihan. Proses yang sama kembali dilakukan asisten Tante Sonia. Bedanya kali ini asisten yang mengerjakan. Sedangkan pada calon mempelai, Tante Sonia turun tangan langsung. Untuk gaun dan jas Tomi, Karen, Yanto dan kedua anak Karen akan dilakukan pengukuran nanti malam. Karena jadwal kerja dan kuliah. Sehingga waktu luangnya malam. Orang tua dan adik Kiranti Andi akan tiba sabtu sore. Mereka akan melakukan pengukuran pakaian di hari minggu. Minggu sore Andi Lestari akan langsung pulang ke kota S. Dikarenakan harus kembali sekolah. Akan kembali datang sabtu sore sehari sebelum pernikahan Kiranti. Dia baru akan izin sekolah pada Senin setelah pernikahan Kiranti.
Selesai pemilihan dan pengukuran pakaian pengantin. Mama Sarah dan Tante Sonia kembali terlibat perbincangan seru. Erick pun mengajak Kiranti pulang. Maklum dia tidak ingin berlama lama di sana. Selain membosankan juga karena ingin menghindari Tante Sonia yang suka mengusilinya. Maklum Tante Sonia sudah mengenal Erick sejak Erick masih kecil. Tante Sonia merupakan teman akrab Mama Sarah sejak SMA. Kuliah bersama. Terus berteman sampai sekarang. Bagi Tante Sonia, Erick dan adik adiknya sudah bagaikan anak sendiri. Tante Sonia punya 1 orang anak perempuan. Berumur 20 tahun. Awalnya dia ingin menjodohkan anaknya ini dengan Erick. Tapi anaknya menolak dan memilih Feryanto adik Erick. Selain karena usia yang lebih dekat. Mereka juga sudah saling suka sejak SMU. Mereka sekolah di SMU yang sama. Feryanto merupakan kakak kelas anak Tante Sonia. Dimana anak Tante Sonia kelas 1 sedangkan Yanto seudah kelas 3. Tapi memang dasar cinta. Yanto tetap sering mampir ke SMU nya dulu setelah jam pulang walau sudah tamat. Apalagi jarak kampus ke sekolah lama tidak terlalu jauh. Tujuannya sudah jelas. Tentu saja Mama Sarah dan Tante Sonia tidak melarang asal masih dalam batas wajar.
Setelah berpamitan Erick dan Kiranti segera pulang. Papa pun ikut pulang. Meninggalkan Mama beserta mobil dan Bik Susi supir pribadi Mama yang mengantar mereka tadi. Bik Susi sudah lama menjadi supir pribadi Mama Sarah. Sejak Mama masih muda. Suaminya Pak Yono merupakan supir pribadi Papa. Dan lucunya anaknya Bik Susi, Mbak Sri menjadi supir pribadi Karen tapi dulu. Soalnya sekarang Karen membawa mobil sendiri. Padahal Mbak Sri adalah S1 sarjana pertanian. Bahkan sudah bekerja di instansi pemerintah. Tapi karena bentrok dengan atasan dia dipecat. Sulit mendapat pekerjaan sesuai bidangnya akibat sering dihalangi para mantan atasan. Dia memilih jadi supir pribadi Karen. Apalagi waktu itu masih belum ada supir untuk Karen. Karena Karen sudah tidak membutuhkan supir. Mbak Sri lebih sering membantu pekerjaan rumah tangga. Atau sesekali menggantikan ibu nya Bik Susi. Dan sekarang Mama berniat menjadikan Mbak Sri sebagai supir Kiranti.
Erick Dan Kiranti bersama Papa pun memasuki mobil Erick. Sengaja Papa memilih duduk di belakang. Membiarkan Erick dan Kiranti di depan. Papa tidak ingin menunggu Mama yang diperkirakan bisa berjam jam ngerumpi bersama Tante Sonia. Mending kabur pulang deh.
Baru saja duduk dalam mobil. Terlihat Ai Farah turun dari mobil di depan. Terpaksa niat kabur dibatalkan dulu. Mereka bertiga turun dari mobil. Sekedar bertegur sapa sejenak. Kali ini Ai Farah ditemani oleh suaminya. Ai Tie Yoga, Erick biasa memanggilnya. Kiranti pun menyamakan panggilan. Kali ini Papa batal pulang. Ada temannya untuk mengobrol. Erick dan Kiranti kembali ke dalam mobil untuk pulang ke rumah.