"Stef!" Lili yang duduk di sebelah kiri Stefan, langsung mengusap-ngusap pelan punggung Stefan. Lili cukup mengerti betapa putranya itu sangat peduli pada Miya.
"He-he, Sorry, Ma, kebawa emosi," ujar Stefan sambil memperlihatkan deret gigi.
"Jangan-jangan, cowok yang kemarin di restoran itu, mantan tunangannya Miya. Pantes aja muka Miya langsung pucet."
Beraneka tanya melintas di pikiran Stefan yang saat itu memang sedang memikirkan Miya. Ingin rasanya mendatangi langsung gadis itu dan memberikan dukungan, tapi takut kehadirannya malah akan semakin membuat Miya takut dan trauma.
***
"Stef, Acara nanti malam batal, Miya udah punya acara duluan di Bali."
Keesokan paginya Bahtiar mengirim pesan pada Stefan yang ditanggapi Stefan dengan wajah masam.
"Yah, batal!" ujar Stefan sambil menjatuhkan bobot ke atas ranjang. Padahal ia sudah menyiapkan sesuatu yang spesial untuk gadis itu jika acara lamaran besok jadi dilaksanakan.
"Jod, tolong, Lo, sekalian booking penginapan, deh, buat syuting Vlog besok di Pulau Pari. Gue gak jadi balik cepet, acaranya batal."
ucap Stefan kepada Jodi, manager sekaligus asisten pribadinya, melalui sambungan telepon.
"Seriusan, Stef? Kemarin, Lo, bilang syutingnya, gak, bisa lama-lama."
"Iyah, batal. Bokap baru kasih kabar barusan. Dia yang mau gue lamar mendadak harus pergi seminar ke Bali."
"I see. By the way, kenapa kita gak sekalian ke Bali aja? Syuting di sana?"
"Ah, ga usah, lah. Kita, kan, udah survei segala macem. Repot kalau pindah lokasi lagi. Lo tolong cariin aja penginapan buat gue dan anak-anak, ya?"
"Siap, Bro."
Stefan merasa kecewa saat Bahtiar memberi kabar kalau acaranya batal. Karena sejujurnya ia begitu menantikan acara lamaran besok, sebab itulah yang memang sudah lama ia harapkan. Sejak perpisahan mereka dulu di Semarang, Stefan yang usianya lima tahun lebih tua daripada Miya memang berencana untuk menjadikan Miya sebagai pengantinnya kelak. Ia ingin menjaga gadis itu selamanya. Walaupun dulu di pikirannya definisi menjaga adalah saat ia bisa selalu memberikan Miya makanan kesukaannya, agar gadis itu selalu tersenyum.