Kejutan

451 Kata
Pukul 06.00 WIB pagi, Stefan dan rombongan sudah berada di darmaga Kaliadem, Muara Angke untuk menyeberang ke Pulau Pari. Kapal motor yang di sewanya baru akan berangkat jam delapan pagi. Jika tidak ada kendala gelombang dan cuaca, perjalanan akan menghabiskan waktu selama kurang lebih dua sampai tiga jam untuk menempuh jarak sekitar 30 kilometer. Di atas hamparan samudera dan di bawah langit, kapal motor yang ditumpangi oleh Stefan dan tim, menari di atas gelombang, menghapus jejak-jejak buih serta memangkas jarak ke pantai Putih Perawan. Angin yang bertiup kencang mendekap erat setiap insan di atas kapal yang bergerak turun naik seirama ombak diiringi suara gemericik air yang terkena deru mesin kapal. Bola mata Stefan melebar tak berkedip, bagai ingin merekam semua keindahan di hadapan. Pikirannya yang sempat kusut karena batal bertemu Miya sontak tenggelam ke dasar Teluk Jakarta. Tak cukup sampai di sana, sesampainya di pesisir pulau, pandangannya kembali dimanjakan oleh hamparan pasir putih pantai perawan yang mempesona. "Gaes, kita isoma sekitar dua jam, jam dua kita kumpul lagi di sini." Jodi memberi komando di bawah sinar mentari yang kini sudah berada di atas kepala. "Stef, lo mau di sini atau ikut ke penginapan?" tanya Jodi saat Herman dan Galih, dua anggota tim yang lain, hanya tinggal nampak punggung. "Gue di sini dulu, deh, belom puas ambil foto. Gila bagus banget!" jawab Stefan di balik kamera yang membuat Jodi geleng-geleng melihat tingkahnya. Padahal saat itu hari cukup panas. "Anak kota sekalinya liat pantai norak banget, dah." Sebagai duta Dinas Pariwisata, Provinsi DKI Jakarta, Stefan sengaja membuat video mengenai aktivitas masyarakat di Pulau Pari. Pengambilan video pun berjalan lancar. Stefan dengan lihai membuat Bu Barkah, salah satu pembudidaya rumput laut, mau bercerita secara detail. Bu Barkah bahkan menunjukkan cara bagaimana cara menanam rumput laut jenis Eucheuma Cottoni ini dengan menggunakan tali rafia masing-masing sepanjang 20 meter sebanyak 120 buah. "Selama 22 hari sampai satu bulan sudah bisa dipanen, hasilnya 500 kg hingga 1 ton sekali panen," jelas Bu Barkah. "Nanti hasil panen tersebut dijual dengan harga berkisar Rp 50.000 per kilogram untuk rumput laut kering dan tawar." Hasil rekaman langsung diserahkan Herman, sang kameraman, kepada Galih, sang editor. Dicek ulang oleh Jodi dan Stefan sebelum diupload ke youtube. "Gimana hasil editan videonya, Gal?" "Bentar lagi beres, Jod. Tinggal naikin kurasi suara sama musik." "Oke. Tadinya sore ini kita mau ke hutan Mangrove, tapi karena jadinya nginep, kita undur besok. Ngomong-ngomong, lo, liat Stefan?" "Tu, lagi motret-motret deket darmaga." Sementara itu Stefan yang masih terkagum-kagum dengan keindahan pantai Pulau Pari nan bergradasi hijau biru mendadak membeku saat pandangannya melihat sosok gadis yang selalu mengganggu pikirannya sejak tadi pagi. "Miya!" serunya yang langsung membuat kepala Miya memutar ke belakang. "Ste-Stefan?" seru Miya tak kalah terkejut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN