Chapter 19

1108 Kata

Bab 21 Malam Pertama Rumi dan Angkasa Angkasa merasa hatinya mengembang karena bahagia, pikirannya melayang atas kekagumannya dan fakta yang tidak dapat diganggu gugat, bahwa semua perasaan luar biasa sore ini disebabkan oleh seorang Rumi. Sebuah kesempurnaan rasa yang diberi Tuhan lewat kecerobohan seorang Bari. Ya, Angkasa teramat bersyukur atas perbuatan anaknya yang terlalu nekat untuk menghancurkan rumah tangganya. Pria dewasa itu tak hentinya bersyukur karena Tuhan menjaga Rumi untuknya dan menuntun dirinya berada di tempat yang hampir sama dengan Rumi. Angkasa merasa yakin di dalam hatinya, bahwa Rumi memang Tuhan takdirkan untuknya. Sebuah kepuasan yang belum lama mereka lalui bersama, membuat Rumi kelelahan dan tertidur. Akan tetapi, Angkasa masih terus memandangi wajah istr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN