Rumah sakit sudah mulai sepi di malam hari. Di depan ruang Lotus 21 dan Lotus 22 terlihat seorang laki-laki dan perempuan yang tengah fokus pada benda pipih di tangan masing-masing. Setelah ada Brian di ruang sebelah, keduanya lebih sering berada di kursi depan ruangan dibandingkan di dalam ruangan sebagaimana sebelumnya. Tentunya tujuan mereka agar tak mengganggu istirahat kedua pemilik ruangan tersebut. "Aku sudah memberitahu kak Dika soal bibi yang bisa pulang besok sore kalau tak ada keluhan lagi," lapor Catherine sembari menoleh pada Erik yang ada di samping kanannya. Erik yang tengah bermain game di ponselnya tersenyum karena dia sudah tahu hal tersebut. "Oh, ya? Lalu, apa yang tuan muda katakan?" tanyanya berpura-pura padahal dia sudah mendapatkan pesan khusus dari sang tuan muda

