Dua pasang mata yang saling menatap dalam diam. Tak ada kata yang terucap, hanya tatapan penuh amarah yang tersirat. Sampai salah satunya mengalah bersuara. "Aku tahu semua yang kau tahu, aku minta maaf, tapi semua informasi yang kau terima tak semuanya sebuah kebenaran, Kya." Akhirnya setelah sekian lama terdiam, Ardika menemukan suaranya. Dia yang sudah berencana menjelaskan nanti setelah memiliki bukti, entah kenapa harus terpancing oleh rasa cemburunya untuk mencegah Kya bertemu Zeen di toilet. "Owh, jadi kau menuduh orang yang memberikan informasi kepadaku berbohong?" "Kya...." "Meski dia berbohong, setidaknya dia bukan pembunuh tanpa hati seperti kau." "Aku akan buktikan padamu bahwa Tuan Jordan tidak mati di tanganku dan semua yang kau tahu itu palsu, Kya!" Wajah Ardika langs

