Aku langsung menyebarkan foto yang telah aku edit sedemikian rupa, untuk di lihat oleh masyarakat di negeri ini. “Maafkan aku ayah, tapi perbuatan mu sudah sangat keterlaluan, semoga ini menjadi pelajaran berarti bagimu." Tidak membutuhkan waktu lama, banyak akun yang ikut membagikan foto, itu hingga beberapa jam kemudian banyak orang yang mengirimkan chat padaku bertanya perihal keaslian foto itu. “Hah tidak ini tidak mungkin," Rahma kalang kabut melihat isi ponselnya, kemudian matanya beralih pada pintu kamar yang terbuka. “Apa yang kamu rencana kan?" ujarnya menatap tajam jihan. “Tidak ada." “Akan aku adukan semua ini pada mas azam," teriak Rahma. “Silahkan!" Aku langsung pergi begitu saja, aku tidak akan goyah dengan ancaman mu itu, ucapku dalam hati. Kini Rahma yang s

