Setelah rumor tentang Pak Syakir yang menggemparkan kantor terjadi, perasaanku benar-benar tak tenang. Sepanjang aku bekerja, pikiranku hanya dipenuhi tentang permintaan Pak Syakir untuk menjadi istrinya dan bagaimana cara membuat semua aman terkendali. Patut kuakui, jika dipikir secara rasional, berapa kali pun rasanya pendapat Erin benar adanya. Sebagai gadis gendut, cupu dan suka insecure kurasa aku memang tidak pantas bersanding dengan Pak Syakir. Ibaratnya menikah dengan Pak Syakir itu bagaikan punguk merindukan bulan, dari segi mana pun dunia kami sangat tidak cocok maka agak mengejutkan jika dia tiba-tiba tertarik padaku. Padahal kan aku gak pake pelet soalnya boro-boro pelet mau ketemu dukunnya aja udah mau melet. Oh, ya Allah, ya Tuhanku. Apa yang harus kulakukan? Jujur, sam

