Bab 14 - Chemistry

1225 Kata

Sazana sudah hendak tidur, tetapi urung ia lakukan karena sejak tadi ponselnya terus berbunyi. Ia berdecak kesal, karena hari ini cukup melelahkan baginya, tetapi untuk memejamkan mata, entah mengapa begitu sulit. Bayangan kebersamaannya dengan Ramandaka terus berputar dalam ingatannya. “Dasar bos resek! Gak di kantor, gak di kepalaku, sekarang udah di rumah, kamu ganggu terus! Ergh!” Sazana menutup telinganya dengan bantal berusaha mengabaikan panggilan yang sejak tadi terus masuk ke nomornya. Karena tak tahan, akhirnya ia mengalah. Sebuah panggilan video masuk dari Ramandaka. “Mau ngapain, sih?” Ia tolak panggilan tersebut, hingga satu pesan masuk. Ramz Bos Saz, angkat vcall saya! Tanda seru di belakang kalimat itu jelas membuat mata Sazana sakit. Apalagi dia bukanlah tipe orang yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN