Sazana berdiri mengetuk-ketukkan kaki di lantai tanda bahwa ia tak sabar karena sudah menunggu sekian lama. Ramandaka bilang kalau ia hanya sebentar bertemu dengan seseorang, yang terjadi sebenarnya adalah ia sedang melakukan transaksi jual beli sebuah unit perumahan. Dengan kata lain, ia sedang membeli sebuah rumah untuk ia tinggali. Ceritanya, Ramandaka sudah tidak ingin lagi disetir oleh sang ibu. Maka kali ini ia memutuskan membeli satu unit rumah yang akan ia tempati untuk selamanya. Lantas bagaimana cara ia mengatakan pada sang ibu nantinya? Itu akan ia pikirkan nanti. ‘Orang kaya, ya. Mau beli rumah aja kayak tinggal kedip udah kebeli. Tapi hidupnya complicated kayak gak ada bahagia-bahagianya,’ batin Sazana yang memerhatikan bagaimana Ramandaka mengeluarkan kartu debitnya dan men

