Ziva terdiam sesaat. Ia kemudian menangis dalam kamarnya. Bukan kamar di rumahnya bersama Arga, melainkan kamar di rumah kedua orang tuanya. Ia menutup pintu dengan rapat karena ia tak mau kedua orang tuanya mendengar suara tangisannya. Masih di Labuan Bajo, Arga sedang mencari keberadaan Fabian. Hingga lelaki itu bertemu dengannya di sebuah Cafe. Bugh... Tanpa banyak kata lagi, Arga segera memukul wajah tampan Fabian. Ia merasa sangat kesal karena nyatanya, teman dekatnya sendiri telah menusuknya dari belakang. Arga merasa sangat sakit hati. "Dasar gak tahu diri. Teman makan teman ya kamu. Ziva itu istriku dan kamu malah selingkuh dengannya." Ucap Arga kesal. Fabian hanya tersenyum, padahal Arga terus saja memukulinya. Ia tak bergeming sedikitpun. "Kenapa harus istriku? Kamu tampa

