Tangisan dan Air Mata

1726 Kata

Author POV Raffa terus mengomel sepanjang jalan. Lengan Fahri terluka parah dan harus segera di jahit, banyak darah bercucuran dari lengannya. Semua itu berawal dari Fahri yang mengantar Raffa ke sebuah proyek pembangunan perusahaan yang baru. Raffa sengaja ingin melihat perkembangan perusahaan yang nantinya akan dia tempati. Karena kurang hati-hati Fahri terkena goresan kaca saat sedang mengamati jalannya proyek. Ada sebuah kaca pecah yang jatuh dari atas dan mengenai lengannya. "Sudah tidak masalah. Sudah selesai di jahit juga." Ucap Dokter. "Fahri, kamu bikin saya khawatir saja." Ucap Raffa. "Bos gak ngabarin Elis, kan?" Tanya Fahri. "Enggak. Sebenarnya bukan tidak mau, tapi saya lupa." Jawab Raffa. Fahri bernafas lega. Dia tahu kalau Elis mendengar berita ini, maka dia takkan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN