Alya sama sekali tidak tenang, sedari tadi yang dilakukannya hanyalah berjalan ke sana, ke mari dengan tangan yang dimainkan. “Al! Duduk dulu coba! Jadi ikut pusing ngeliat kamu kek gitu,” ucap Ferdi yang terlihat biasa saja. Justru ia merasa sangat jijik dengan Monik, bisa-bisanya memiliki pikiran untuk mengakhiri hidupnya dengan cara yang seperti itu. Alya melirik ke arah Ferdi yang tengah duduk menyender di tembok, lalu berjalan menghampiri dan duduk di samping Ferdi. “Semoga saja Mbak Monik enggak kenapa-napa ya, Mas.” Tak ada jawaban yang dikeluarkan oleh Ferdi, karena sudah tak ada harapan yang tumbuh di dalam hati Ferdi. Baik Monik masih hidup ataupun akan tiada, tidak ada pengaruh sama sekali dalam hidup seorang Ferdi. Seorang laki-laki yang mengenakan jas putih keluar dari rua

