Menjenguk Monik

1042 Kata

“Mas!” panggil Alya, saat mereka berdua tengah berada kembali di ruang televisi selesai makan malam tadi. Ferdi langsung mengalihkan pandangannya dari televisi, menatap wajah Alya, lalu bertanya, “Kenapa, hum?” “Alya boleh nanya sesuatu enggak?” tanya Alya hati-hati, karena hal yang ingin ia tanyakan yaitu tentang kejadian waktu itu. Saat di mana Ferdi meninggalkan dirinya sendiri di dalam mobil. “Boleh dong! Mau nanya apaan sih? Kok sampe harus mastiin gitu? Enggak kek biasanya,” jawab Ferdi yang merasa heran. “Tapi kamu harus janji dulu! Nanti pertanyaan Alya kamu langsung jawab dengan jujur.” Alya menyodorkan jari kelingkingnya, sebagai tanda bahwa Ferdi sudah akan menyetujui perjanjian yang telah dibuat Alya tadi . Ferdi menganggukkan kepalanya, lalu menautkan jari kelingking mili

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN