“Ya sudah, kami pulang dulu ya, Mbak,” pamit Alya, saat Ferdi sudah masuk ke dalam ruangan Monik. Dengan lemas, Monik menganggukkan kepalanya, lalu berucap, “Hati-hati di jalan ya.” “Mbak tidur yang nyenyak ya,” ucap Alya, setelah itu ia melangkahkan kaki keluar dari ruangan Monik. Sedari tadi Ferdi tak banyak berucap, hingga mereka berdua tiba di luar ruangan Monik. “Al, kamu ngomong apa aja sama dia?” Alya menatap wajah Ferdi, lalu menjawab, “Banyak. Oh iya, nanti besok Alya mau tinggal sama Mbak Monik aja.” Ucapan Alya yang seperti itu tentu saja membuat Ferdi langsung menyatukan kedua alisnya heran. “Ngapain? Udah enggak nyaman tinggal di sana?” “Bukan! Bukan karena itu!” jawab Alya, sembari langsung menggelengkan kepalanya. “Terus?” Ferdi kembali bertanya, kali ini dengan alis

