Ayu menahan diri untuk tidak bertanya.
” Rasanya gak sopan banget mengatakan begitu tentang abang sendiri, walaupun itu benar,” ujarnya tersenyum masam ,” tapi beda dengan kamu. Sepanjang yang kutahu, kamu sudah berkali kali menolak lelaki dengan baik baik. Dan sepanjang aku dan kak Rayyan tahu … kamu mudah disayangi. Kami ingin abang melihat itu.”
“ Maaf, kami hanya mengantisipasi kemungkinan terburuk abang akan menolak dengan sikap dingin dan menyakiti kamu.” Rayyan tiba tiba sudah ada dibalik sofa, beranjak duduk disamping istrinya ,” Kami mengingatkan abang akan hubungan baik keluarga kita dan kamu sendiri. Kami akan merasa bersalah kalau sampai hal itu terjadi padamu, karena kami tahu kamu layak mendapat perlakuan yang lebih baik.”
“ Seseram itukah Pak Arfa ?” …. dan apa yang akan terjadi kalau sampai aku jatuh cinta padanya sementara dia menolak ? Ayu begidik ngeri.
Mama tersenyum melihat gadis dihadapannya tidak menyembunyikan rasa ngerinya ,” Bukan sekali dua kali. Dan kami harus ekstra waspada setiap kali ada gadis baik baik yang didekatkan atau mendekatinya, kendati beberapa gadis lain memang layak menerima itu.” Ditepuknya lutut Ayu perlahan ,”Dan kamu … bukan hanya gadis baik baik, kamu masih terlalu muda dan cucu kakek. Kami tahu benar bagaimana kakek nenek menjaga dan membesarkan kamu.”
Ayu mendesah ,” Tante, Oma …. terus terang ini sama sekali diluar perkiraan saya. Beberapa minggu ini semua masih membingungkan.”
“ Kakek dan nenekmu sudah membicarakan ini ?”
“ Sudah Oma, minggu lalu waktu pulang.” Kami hanya ingin mengenalkan kalian … menyambung silahturahmi yang lebih dalam di generasi kalian …. Ucapan serius kakeknya membuat Ayu merinding.
“ Mereka bilang apa ?”
“ Sama seperti yang Oma bilang, tapi …..” Ayu menunduk, mengusap kepala Niel dan mempererat pelukannya ,” Ada yang ingin disampaikan kakek, tapi gak terucap.”
“ Maksudmu ?”
Tiba tiba mata Ayu memanas ,” Seperti opa dan Oma ingin yang terbaik buat Pak Arfa, Kakek nenek juga memikirkan hal yang sama untuk Ayu. Dan ….,” Ayu menggigit bibir menyadari suaranya bergetar, bertanya tanya apakah harus ia ungkapkan ini.
Oma mengusap lengan Ayu, bertatapan dengan penghuni ruang tengah yang terdiam menunggu Ayu melanjutkan kalimatnya.
“ Dan, kalau kami berdua setuju …ke depannya … bukan hanya pada Pak Arfa, tapi mereka akan menitipkan saya pada seluruh keluarga ini.” ujung matanya basah ,” Dan itu membuat kakek nenek tenang, karena papa dan mama sudah …"
“ Sst …..” Oma memeluknya erat ,” Apapun keputusan kalian, kamu akan selalu menjadi bagian dari kami.”