✒Dear Diary usangku, Sekian lama tak berjumpa. Apa kau merindukanku? Aku juga merindukanmu, Walau tak sebanyak rinduku padanya. Sekian lama kamu terabaikan dalam tumpukan buku usang. Maafkan aku yang menyerah tuk menghiasmu dengan coretan. Karena aku yang juga mengabaikan rasaku kala itu. Satu nama yang tersimpan dalam setiap lembarmu, telah kutemukan. Dia tetaplah setampan dulu, mungkin lebih. Dia juga masih sedingin es antartika, namun hangat kala ia merasa dekat __✒ Reina menarik penanya. Helaan nafas panjang keluar darinya bersama senyum tersipu. Lalu kembali melanjutkan tulisannya. __✒ Entah harus bagaimana kutulis isi hatiku. Semua rasa indah, sedang berpesta di sana. Riuh hingga aku tak mampu tuk memejamkan mata. Setiap kali kucoba menutupnya, kembali kulihat dia yang tersen

