Rumah sederhana di pinggiran kota Surabaya, menjadi lokasi yang tepat untuk penyekapan. Jauh dari jalur utama dan juga rumah penduduk. Hamparan lahan kosong tanpa penerangan, layak jikalau disebut tempat pengasingan. Alle memilih tanah kosong di samping tumpukan tong sebagai tempat perhentian. Terlihat dua pria berpenampilan tak ubahnya preman datang mendekat. Parang di tangan menandakan seberapa kejinya mereka kala marah. "Keluar!" bentak salah seorang dari preman. Menurut, hanya itu yang bisa Alle lakukan. Setidaknya dia harus masuk untuk memastikan keberadaan Reina dan juga keselamatannya. Bagai kucing yang tertangkap pemiliknya, pria dengan kalung tengkorak, menarik krah belakang Alle. "Aku bisa jalan sendiri," sergah Alle. Tak lama, pria lain datang seakan menjemput mangsa yang s

